
Ns. Dara Ayu Wardhani, S.Kep. dan Nida Nafilah
2026-05-07
110
Tangan adalah salah satu bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan benda di sekitar kita. Tanpa disadari, tangan menjadi salah satu media utama penyebaran kuman dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas sederhana seperti menyentuh wajah, makan, atau berjabat tangan dapat menjadi jalur masuk berbagai mikroorganisme penyebab penyakit apabila kebersihan tangan tidak dijaga dengan baik.
World Health Organization menetapkan 5 Mei sebagai Hari Kebersihan Tangan Sedunia sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan tangan, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan.
Menjaga kebersihan tangan bukan hanya kebiasaan sederhana, tetapi juga bagian penting dari upaya pencegahan infeksi dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Cuci tangan yang benar diketahui dapat membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk diare, flu, dan infeksi saluran pernapasan.
Baca juga:
Cuci Tangan Dapat Mencegah Diare: Langkah Kecil Berdampak Global
Menjaga kebersihan tangan merupakan langkah penting dalam memutus rantai penularan penyakit. Dalam aktivitas sehari-hari, tangan menjadi bagian tubuh yang paling sering digunakan untuk menyentuh wajah, makanan, maupun orang lain, sehingga berpotensi menjadi media perpindahan kuman. Karena itu, praktik kebersihan tangan yang baik berperan besar dalam melindungi diri sendiri dan orang di sekitar dari risiko infeksi.
World Health Organization menyebutkan bahwa kebersihan tangan merupakan salah satu tindakan paling efektif dalam mencegah penyebaran infeksi, termasuk infeksi yang terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan atau healthcare-associated infections (HAIs). B...

dr. Maryam Jamilah & Dr. dr. Wahyuningsih Djaali, M.Biomed, Sp.Ak
2026-05-07
105
Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan salah satu gangguan saraf yang cukup sering terjadi, terutama pada individu dengan aktivitas tangan berulang seperti pekerja kantoran, pengguna komputer, tenaga administrasi, hingga pekerja industri. Kondisi ini dapat menyebabkan kesemutan, nyeri, kebas, hingga kelemahan pada tangan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selain terapi medis konvensional, akupunktur kini mulai banyak digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi gejala CTS. Lalu, bagaimana sebenarnya peran akupunktur terhadap Carpal Tunnel Syndrome?
Mengenal Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
Carpal Tunnel Syndrome adalah kondisi akibat terjepitnya saraf median di area pergelangan tangan yang disebut carpal tunnel atau terowongan karpal. Saraf median berperan penting dalam fungsi sensorik dan gerak pada sebagian jari tangan.
Ketika saraf tersebut mengalami tekanan, penderita dapat merasakan:
Keluhan biasanya memberat pada malam hari atau setelah aktivitas berulang menggunakan tangan.
CTS merupakan salah satu neuropati perifer tersering di dunia. Kondisi ini lebih banyak ditemukan pada usia produktif dan individu dengan pekerjaan yang melibatkan gerakan tangan berulang dalam waktu lama.
Risiko CTS dapat meningkat pada beberapa kondisi seperti:
Pada era digital saat ini, penggunaan gadget dan laptop dalam waktu lama juga menjadi faktor yang semak...

Promosi Kesehatan
2026-05-05
90
Setiap tahun, jutaan jemaah berkumpul di Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji dan umroh. Namun, di balik momen spiritual tersebut, terdapat risiko kesehatan serius yang sering luput dari perhatian salah satunya adalah pneumonia, infeksi paru yang dapat mengganggu bahkan menghentikan rangkaian ibadah.
Dalam Seminar Awam Bicara Sehat RSUI ke-83 yang disampaikan oleh dr. Muhammad Hafiz Aini, Sp.PD, pneumonia menjadi salah satu penyebab utama jemaah haji harus menjalani perawatan di rumah sakit selama berada di Tanah Suci.
🎥 Edukasi Langsung dari RSUI: Pentingnya Vaksin Pneumonia untuk Jemaah
Melalui seminar ini, Anda dapat memahami secara langsung penjelasan dokter mengenai risiko pneumonia, manfaat vaksinasi, serta tips menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah.
Ibadah haji mempertemukan jutaan jemaah dari berbagai negara dalam satu waktu. Kondisi ini meningkatkan risiko penularan penyakit, terutama infeksi saluran pernapasan.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pneumonia menempati peringkat pertama penyakit terbanyak pada jemaah haji. Bahkan, sekitar 39% kasus rawat inap jemaah disebabkan oleh pneumonia.
Secara global, World Health Organization menyebut pneumonia sebagai salah satu penyebab utama kematian akibat infeksi di dunia, terutama pada kelompok rentan seperti lansia dan individu dengan penyakit kronis.
1. Kepadatan Jemaah yang Tinggi
Kontak dekat dengan jutaan orang mempermudah penularan melalui droplet saat batuk atau bersin.
2. Perubahan Iklim dan Lingkungan
Perbedaan suhu antara Indonesia dan Arab Saudi dapat menurunkan daya tahan tubuh.
3. Banyaknya Jemaah Risiko Tinggi
Sekitar 60–64% jemaah Indonesia termasuk kelompok ...

Ns. Dara Ayu Wardhani, S.Kep. dan Nida Nafilah
2026-05-07
110
Tangan adalah salah satu bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan benda di sekitar kita. Tanpa disadari, tangan menjadi salah satu media utama penyebaran kuman dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas sederhana seperti menyentuh wajah, makan, atau berjabat tangan dapat menjadi jalur masuk berbagai mikroorganisme penyebab penyakit apabila kebersihan tangan tidak dijaga dengan baik.
World Health Organization menetapkan 5 Mei sebagai Hari Kebersihan Tangan Sedunia sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan tangan, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan.
Menjaga kebersihan tangan bukan hanya kebiasaan sederhana, tetapi juga bagian penting dari upaya pencegahan infeksi dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Cuci tangan yang benar diketahui dapat membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk diare, flu, dan infeksi saluran pernapasan.
Baca juga:
Cuci Tangan Dapat Mencegah Diare: Langkah Kecil Berdampak Global
Menjaga kebersihan tangan merupakan langkah penting dalam memutus rantai penularan penyakit. Dalam aktivitas sehari-hari, tangan menjadi bagian tubuh yang paling sering digunakan untuk menyentuh wajah, makanan, maupun orang lain, sehingga berpotensi menjadi media perpindahan kuman. Karena itu, praktik kebersihan tangan yang baik berperan besar dalam melindungi diri sendiri dan orang di sekitar dari risiko infeksi.
World Health Organization menyebutkan bahwa kebersihan tangan merupakan salah satu tindakan paling efektif dalam mencegah penyebaran infeksi, termasuk infeksi yang terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan atau healthcare-associated infections (HAIs). B...

dr. Maryam Jamilah & Dr. dr. Wahyuningsih Djaali, M.Biomed, Sp.Ak
2026-05-07
105
Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan salah satu gangguan saraf yang cukup sering terjadi, terutama pada individu dengan aktivitas tangan berulang seperti pekerja kantoran, pengguna komputer, tenaga administrasi, hingga pekerja industri. Kondisi ini dapat menyebabkan kesemutan, nyeri, kebas, hingga kelemahan pada tangan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selain terapi medis konvensional, akupunktur kini mulai banyak digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi gejala CTS. Lalu, bagaimana sebenarnya peran akupunktur terhadap Carpal Tunnel Syndrome?
Mengenal Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
Carpal Tunnel Syndrome adalah kondisi akibat terjepitnya saraf median di area pergelangan tangan yang disebut carpal tunnel atau terowongan karpal. Saraf median berperan penting dalam fungsi sensorik dan gerak pada sebagian jari tangan.
Ketika saraf tersebut mengalami tekanan, penderita dapat merasakan:
Keluhan biasanya memberat pada malam hari atau setelah aktivitas berulang menggunakan tangan.
CTS merupakan salah satu neuropati perifer tersering di dunia. Kondisi ini lebih banyak ditemukan pada usia produktif dan individu dengan pekerjaan yang melibatkan gerakan tangan berulang dalam waktu lama.
Risiko CTS dapat meningkat pada beberapa kondisi seperti:
Pada era digital saat ini, penggunaan gadget dan laptop dalam waktu lama juga menjadi faktor yang semak...

Promosi Kesehatan
2026-05-05
90
Setiap tahun, jutaan jemaah berkumpul di Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji dan umroh. Namun, di balik momen spiritual tersebut, terdapat risiko kesehatan serius yang sering luput dari perhatian salah satunya adalah pneumonia, infeksi paru yang dapat mengganggu bahkan menghentikan rangkaian ibadah.
Dalam Seminar Awam Bicara Sehat RSUI ke-83 yang disampaikan oleh dr. Muhammad Hafiz Aini, Sp.PD, pneumonia menjadi salah satu penyebab utama jemaah haji harus menjalani perawatan di rumah sakit selama berada di Tanah Suci.
🎥 Edukasi Langsung dari RSUI: Pentingnya Vaksin Pneumonia untuk Jemaah
Melalui seminar ini, Anda dapat memahami secara langsung penjelasan dokter mengenai risiko pneumonia, manfaat vaksinasi, serta tips menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah.
Ibadah haji mempertemukan jutaan jemaah dari berbagai negara dalam satu waktu. Kondisi ini meningkatkan risiko penularan penyakit, terutama infeksi saluran pernapasan.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pneumonia menempati peringkat pertama penyakit terbanyak pada jemaah haji. Bahkan, sekitar 39% kasus rawat inap jemaah disebabkan oleh pneumonia.
Secara global, World Health Organization menyebut pneumonia sebagai salah satu penyebab utama kematian akibat infeksi di dunia, terutama pada kelompok rentan seperti lansia dan individu dengan penyakit kronis.
1. Kepadatan Jemaah yang Tinggi
Kontak dekat dengan jutaan orang mempermudah penularan melalui droplet saat batuk atau bersin.
2. Perubahan Iklim dan Lingkungan
Perbedaan suhu antara Indonesia dan Arab Saudi dapat menurunkan daya tahan tubuh.
3. Banyaknya Jemaah Risiko Tinggi
Sekitar 60–64% jemaah Indonesia termasuk kelompok ...
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved