
Promosi Kesehatan (Arazzy Shafa Nirwasta)
2026-04-14
53
Demam tifoid, atau yang lebih dikenal sebagai “tipes”, adalah penyakit infeksi yang masih sering ditemukan di masyarakat, terutama di negara berkembang dengan sanitasi yang belum optimal.
Tipes adalah infeksi bakteri yang ditandai dengan demam berkepanjangan dan gangguan pencernaan akibat bakteri Salmonella typhi.
Sebagai salah satu penyakit infeksi yang masih sering terjadi, tipes kerap dianggap ringan. Padahal, jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius.
Gejala tipes biasanya berkembang secara bertahap dan sering kali diawali dengan demam yang tidak kunjung turun.
Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:
Tipes disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penularan biasanya terjadi melalui:
Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan dan menyebar ke aliran darah.
Tipes dapat menjadi kondisi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:

Promosi Kesehatan (Arazzy Shafa Nirwasta)
2026-04-10
61
Self-diagnosis atau kebiasaan mendiagnosis diri sendiri dari internet semakin sering terjadi di era digital. Akses informasi kesehatan yang mudah memang membantu, tetapi juga meningkatkan risiko kesalahan dalam memahami kondisi tubuh.
Self-diagnosis adalah kebiasaan menilai kondisi kesehatan sendiri tanpa pemeriksaan medis, yang berisiko menyebabkan salah diagnosis, kecemasan berlebihan, hingga penanganan yang tidak tepat.
Banyak orang, terutama generasi muda, mencari gejala penyakit melalui mesin pencari atau media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube, lalu menarik kesimpulan sendiri tanpa dasar medis yang jelas.
Self-diagnosis merujuk pada upaya seseorang menilai kondisi kesehatannya sendiri tanpa melalui pemeriksaan langsung oleh tenaga medis.
Informasi yang beredar di platform digital sering kali bersifat umum, tidak lengkap, atau disederhanakan. Akibatnya, seseorang dapat salah menafsirkan gejala yang dialami. Misalnya, rasa lelah dan sulit konsentrasi bisa langsung diasosiasikan dengan gangguan tertentu, padahal bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurang tidur atau stres.
Fenomena ini tidak terjadi tanpa alasan. Beberapa faktor yang mendorong self-diagnosis antara lain:

Promosi Kesehatan
2026-04-09
181
Campak adalah penyakit infeksi yang sangat menular yang disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus. Penyakit ini ditandai dengan demam dan ruam khas, serta dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.
Menurut WHO dan CDC, campak termasuk salah satu penyakit paling menular di dunia dan dapat menyebabkan wabah terutama di daerah dengan cakupan imunisasi rendah.
Di Indonesia sendiri, kasus campak masih ditemukan setiap tahun. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan puluhan ribu kasus suspek campak terjadi sepanjang 2025 dan masih berlanjut pada awal 2026.
Gejala campak biasanya muncul 7–14 hari setelah seseorang terpapar virus. Beberapa tanda yang umum terjadi meliputi:
Selanjutnya muncul tanda khas:
Campak disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus yang menyebar melalui percikan saluran pernapasan (droplet) saat penderita batuk atau bersin. Virus ini sangat infeksius, sehingga satu penderita dapat menularkan penyakit kepada banyak orang, terutama pada individu yang belum memiliki kekebalan.
Penularan dapat terjadi melalui:
Virus campak juga dapat bertahan di udara maupun pada permukaan benda selama beberapa waktu, sehingga meningkatkan risiko penularan, terutama di ruang tertutup atau lingkungan dengan ventila...

Promosi Kesehatan (Arazzy Shafa Nirwasta)
2026-04-14
53
Demam tifoid, atau yang lebih dikenal sebagai “tipes”, adalah penyakit infeksi yang masih sering ditemukan di masyarakat, terutama di negara berkembang dengan sanitasi yang belum optimal.
Tipes adalah infeksi bakteri yang ditandai dengan demam berkepanjangan dan gangguan pencernaan akibat bakteri Salmonella typhi.
Sebagai salah satu penyakit infeksi yang masih sering terjadi, tipes kerap dianggap ringan. Padahal, jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius.
Gejala tipes biasanya berkembang secara bertahap dan sering kali diawali dengan demam yang tidak kunjung turun.
Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:
Tipes disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penularan biasanya terjadi melalui:
Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan dan menyebar ke aliran darah.
Tipes dapat menjadi kondisi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:

Promosi Kesehatan (Arazzy Shafa Nirwasta)
2026-04-10
61
Self-diagnosis atau kebiasaan mendiagnosis diri sendiri dari internet semakin sering terjadi di era digital. Akses informasi kesehatan yang mudah memang membantu, tetapi juga meningkatkan risiko kesalahan dalam memahami kondisi tubuh.
Self-diagnosis adalah kebiasaan menilai kondisi kesehatan sendiri tanpa pemeriksaan medis, yang berisiko menyebabkan salah diagnosis, kecemasan berlebihan, hingga penanganan yang tidak tepat.
Banyak orang, terutama generasi muda, mencari gejala penyakit melalui mesin pencari atau media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube, lalu menarik kesimpulan sendiri tanpa dasar medis yang jelas.
Self-diagnosis merujuk pada upaya seseorang menilai kondisi kesehatannya sendiri tanpa melalui pemeriksaan langsung oleh tenaga medis.
Informasi yang beredar di platform digital sering kali bersifat umum, tidak lengkap, atau disederhanakan. Akibatnya, seseorang dapat salah menafsirkan gejala yang dialami. Misalnya, rasa lelah dan sulit konsentrasi bisa langsung diasosiasikan dengan gangguan tertentu, padahal bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurang tidur atau stres.
Fenomena ini tidak terjadi tanpa alasan. Beberapa faktor yang mendorong self-diagnosis antara lain:

Promosi Kesehatan
2026-04-09
181
Campak adalah penyakit infeksi yang sangat menular yang disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus. Penyakit ini ditandai dengan demam dan ruam khas, serta dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.
Menurut WHO dan CDC, campak termasuk salah satu penyakit paling menular di dunia dan dapat menyebabkan wabah terutama di daerah dengan cakupan imunisasi rendah.
Di Indonesia sendiri, kasus campak masih ditemukan setiap tahun. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan puluhan ribu kasus suspek campak terjadi sepanjang 2025 dan masih berlanjut pada awal 2026.
Gejala campak biasanya muncul 7–14 hari setelah seseorang terpapar virus. Beberapa tanda yang umum terjadi meliputi:
Selanjutnya muncul tanda khas:
Campak disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus yang menyebar melalui percikan saluran pernapasan (droplet) saat penderita batuk atau bersin. Virus ini sangat infeksius, sehingga satu penderita dapat menularkan penyakit kepada banyak orang, terutama pada individu yang belum memiliki kekebalan.
Penularan dapat terjadi melalui:
Virus campak juga dapat bertahan di udara maupun pada permukaan benda selama beberapa waktu, sehingga meningkatkan risiko penularan, terutama di ruang tertutup atau lingkungan dengan ventila...
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved