(021) 50829292 (021) 50829282 Pencarian

Selamat Datang Di

Perawatan Intensif

Deskripsi

Unit perawatan intensif kami didukung oleh dokter spesialis anestesi konsultan intensive care, juga jajaran tim medis berpengalaman dan bersertifikasi dalam menangani pasien kritikal dan memerlukan perawatan intensif. Selain itu, dilengkapi juga dengan perlengkapan medis mutakhir dan modern. Unit perawatan intensif RSUI terdiri dari beberapa unit di bawah ini.

Unit Terapi Intensif Rumah Sakit Universitas Indonesia (ICU RSUI) memiliki 20 tempat tidur yang terdiri dari 15 tempat tidur untuk perawatan pasien COVID-19 dan 5 tempat tidur untuk perawatan pasien non COVID-19. Pasien yang memerlukan perawatan intensif, pemantauan dan asuhan keperawatan yang ketat setelah menjalani pembedahan mayor atau akibat penyakit yang berat umumnya dirawat di sebuah ruang rawat khusus yang disebut intensive care unit (ICU). Sejalan dengan hal tersebut, Unit ICU RSUI memiliki kekhususan dan sumber daya yang ahli dalam menangani penyakit kritis yang melibatkan organ jantung, paru-paru, dan ginjal, serta menangani kondisi pasca pembedahan mayor.

Tim ICU
Selama pasien dirawat di ICU RSUI, terdapat tim multidisiplin yang memiliki peran khusus dalam penanganan kondisi medis pasien. Berikut ini adalah contoh komponen tim multidisiplin yang dapat terlibat dalam perawatan pasien:

Dokter Konsultan ICU – seorang dokter konsultan memimpin tim ICU dan dibantu oleh para dokter spesialis yang telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menangani penyakit kritis di ICU.

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) Pendamping – DPJP Pendamping adalah dokter spesialis, misalnya spesialis penyakit dalam, spesialis bedah, spesialis paru, dsb. DPJP Pendamping bekerja sama dengan tim ICU dalam menangani pasien ICU dan membantu pembuatan keputusan klinis terbaik bagi keluarga Anda yang sedang dirawat di ICU.

Perawat ICU – perawat ICU akan selalu memberikan asuhan keperawatan berkesinambungan bagi setiap pasien ICU. Health care assistant juga turut membantu para perawat dalam memenuhi kebutuhan keluarga Anda selama dirawat di ICU.

Apoteker – apoteker bertugas dalam memantau kebutuhan dan ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan khusus yang dibutuhkan oleh pasien ICU.

Tim Terapi Gizi – pasien ICU yang belum mampu makan atau minum tetap memerlukan asupan gizi yang cukup. Tim Terapi Gizi melakukan penilaian kondisi medis, jumlah kebutuhan gizi, dan menentukan pemberian nutrisi yang tepat bagi setiap pasien ICU.

Kondisi yang Dapat Ditangani di ICU
Secara umum, ICU RSUI dapat menangani penyakit kritis yang dialami oleh pasien yang sedang dirawat oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) di berbagai spesialisasi medis dan bedah. Rujukan tersier ke ICU RSUI dapat dilakukan dari ruang rawat non intensif, ruang rawat intensif, maupun unit ketergantungan tinggi dari rumah sakit lain di luar RSUI. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat ditangani di ICU RSUI
  1. Gagal napas yang memerlukan ventilator non invasif maupun invasif
  2. Gagal jantung
  3. Gagal ginjal akut dan kronik yang memerlukan terapi pengganti ginjal
  4. COVID-19
  5. Pneumonia
  6. Tuberkulosis
  7. Pasca pembedahan mayor, misalnya (histerektomi, laparotomi, pengangkatan tumor saluran cerna, dsb)
  8. Stroke
  9. Infark miokard
  10. Sepsis

Unit Terapi Intensif Anak dan Bayi Rumah Sakit Universitas Indonesia (NICU/PICU RSUI) merupakan tempat perawatan pasien bayi dan anak yang mengalami sakit kritis. Pasien bayi dan anak yang memerlukan perawatan intensif, pemantauan dan asuhan keperawatan yang ketat setelah menjalani pembedahan mayor atau akibat penyakit yang berat umumnya dirawat di NICU/PICU.

NICU/PICU RSUI memberikan layanan terapi intensif bagi bayi dan anak dengan sakit kritis. Selama masa pandemi COVID-19, NICU/PICU RSUI turut menangani kasus COVID-19 dengan derajat keparahan berat yang dialami oleh pasien bayi dan anak. NICU/PICU RSUI juga memiliki tempat tidur yang tersedia bagi pasien non COVID-19. Jenis perawatan yang disediakan oleh NICU/PICU RSUI mencakup layanan spesialistik bagi bayi dan anak yang mengalami sakit atau cedera kritis, memerlukan penggunaan alat bantu napas mekanik (ventilator), dan pasca operasi mayor.

Tim NICU/PICU
Selama anak Anda dirawat di NICU/PICU RSUI, tim multidisiplin berpengalaman akan memberikan penanganan terbaik sesuai kondisi medis pasien. Berikut ini adalah contoh komponen tim multidisiplin yang dapat terlibat dalam perawatan pasien:

Dokter Spesialis Anak Konsultan NICU/PICU - Seorang dokter konsultan memimpin tim NICU/PICU dan dibantu oleh para dokter spesialis yang telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menangani penyakit kritis di NICU/PICU.

Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) Pendamping – DPJP Pendamping adalah dokter spesialis, misalnya spesialis bedah anak, spesialis bedah ortopedi, dsb. DPJP Pendamping bekerja sama dengan tim NICU/PICU dalam menangani pasien dan membantu pembuatan keputusan klinis terbaik bagi keluarga Anda yang sedang dirawat.

Perawat NICU/PICU – perawat NICU/PICU RSUI senantiasa memberikan asuhan keperawatan bagi setiap pasien NICU/PICU. Health care assistant juga turut membantu para perawat dalam memenuhi kebutuhan bayi atau anak Anda selama dirawat di NICU/PICU.

Apoteker – apoteker bertugas dalam memantau kebutuhan dan ketersediaan obat-obatan serta alat kesehatan khusus yang dibutuhkan oleh pasien.