(021) 50829292 (IGD) (021) 50829282 Pencarian

Mengapa harus Vaksin Meningitis sebelum Umrah dan Haji?

Ibadah Haji dan Umrah merupakan ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat muslim. Berdasarkan peraturan pemerintah, jemaah haji dan umrah diwajibkan melakukan vaksinasi meningitis meningokok sebelum berangkat ke Arab Saudi. Mungkin sahabat RS UI bertanya, apa pentingnya melakukan vaksin meningitis? Yuk simak artikel berikut.

Arab Saudi merupakan destinasi dari jutaan jemaah muslim seluruh dunia untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah. Negara Arab Saudi dikenal sebagai daerah endemis meningitis meningokok sejak ditemukannya kasus pertama kali pada jemaah haji pada tahun 1987.  Jemaah dari seluruh dunia dalam jumlah besar dari berbagai negara menjadi salah satu risiko penularan penyakit berbahaya ini.

Mari kita mengenali penyakit meningitis. Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Penyebabnya dapat berupa bakteri, virus, jamur, dan parasit. Meningitis bakteri salah satunya disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis. Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dengan droplet pernafasan atau sekresi tenggorokan saat batuk/bersin. Gejala yang dapat dijumpai pada meningitis antara lain nyeri kepala hebat, demam, mual, muntah, kejang, hingga penurunan kesadaran. Meningitis dapat menimbulkan gejala sisa pada gangguan sistem saraf sehingga penderitanya dapat mengalami gangguan jangka panjang yang dapat berupa kognitif, gangguan bicara, gangguan penglihatan, ketulian, kelumpuhan hingga kematian.

Meskipun meningitis dapat menyebabkan kecacatan serta mengancam nyawa, penyakit ini secara efektif dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi. Vaksin dapat membantu tubuh memproduksi antibodi untuk melawan bakteri penyebab meningitis. Saat ini seluruh jemaah haji domestik dan internasional wajib divaksin dengan vaksin meningokokus kuadrivalen (A,C,Y,W135). Vaksin yang tersedia di Indonesia terdapat 2 jenis yaitu:

1.      Vaksin meningokok polisakarida (MPSV4)

Vaksin jenis ini dapat digunakan pada semua kelompok umur. Durasi proteksi pada orang dewasa selama 3-5 tahun. Vaksin jenis ini merupakan pilihan untuk jemaah berusia diatas 55 tahun.

2.      Vaksin meningokok konjugat (MCV4/MenACWY)

Vaksin ini memberikan proteksi yang adekuat dan menurunkan risiko karier. Namun hingga saat ini, BPOM menyetujui penggunaan vaksin masih terbatas untuk usia 11-55 tahun.

Masa berlaku vaksin meningitis meningokok yang ditetapkan pemerintah yaitu selama 2 (dua) tahun. Vaksin meningitis meningokok untuk keperluan haji dan umroh perlu diulang apabila dosis sebelumnya telah lebih dari 2 tahun.  Pemerintah Arab Saudi mewajibkan vaksin dilakukan tidak kurang dalam waktu 10 hari sebelum keberangkatan.  Setiap orang yang telah diberikan vaksinasi akan diberikan sertifikat vaksinasi internasional atau International Certificate of Vaccination (ICV) yang dikenal dengan sebutan “buku kuning”. Tidak semua fasilitas kesehatan dapat mengeluarkan sertifikat tersebut dan penerbitannya diatur oleh pemerintah. Penerbitan sertifikat setelah vaksinasi meningitis meningokokus dapat dilakukan di rumah sakit yang mendapatkan izin oleh pemerintah.

Pemerintah Saudi Arabia mewajibkan pemberian vaksin meningitis meningokok dan vaksin Covid-19 lengkap untuk melindungi calon jemaah haji dan umrah. Vaksin meningitis meningokok dapat diberikan setelah minimal 14 hari dari vaksin Covid-19 yang kedua. 

RSUI saat ini melayani vaksinasi meningitis meningokok untuk keperluan haji dan umrah dengan sertifikat vaksinasi internasional. Selain itu, RSUI juga menyediakan vaksin dewasa dengan perjanjian. Setelah membaca artikel ini, Sahabat RSUI dapat mengunjungi Klinik Imunisasi Internasional RSUI untuk melakukan vaksinasi meningitis. Cek website RSUI untuk jadwal konsultasi serta informasi lebih lanjut.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI. 2019. Panduan Deteksi dan Respon Penyakit Meningitis Meningokokus. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  2. ITAGI. 2022. Pemberian Vaksin Meningitis Meningokokus untuk Calon Jemaah Haji dan Umrah. Jakarta.
  3. Lucas, M., Matthijs, C., Diederik, V. Neurological Sequelae of Bacterial Meningitis. Journal of Infection. 2016 73(1):18-27. Published 2016 Apr 16. doi : doi: 10.1016/j.jinf.2016.04.009
  4. Majelis Ulama Indonesia. 2010. Penggunaan Vaksin Meningitis bagi Jemaah Haji atau Umrah.
  5. Yezli, S., Abdulah, M. Meningococcal Disease during the Hajj and Umrah Mass Gatherings. International Journal of Infectious Diseases 2016;47:60-64. Published 2016 Apr 3. doi :10.1016/j.ijid.2016.04.007
  6. World Health Organization. Meningitis [web page on the internet]. 2021. [cited 2022 Apr 11]. Available from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/meningitis