(021) 50829292 (IGD) (021) 50829282 Pencarian

Tuberkulosis Paru

Definisi

Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga sering dikenal dengan Basil Tahan Asam (BTA). Sebagian besar kuman TB sering ditemukan menginfeksi parenkim paru dan menyebabkan TB paru, namun bakteri ini juga memiliki kemampuan menginfeksi organ tubuh lainnya (TB ekstra paru) seperti pleura, kelenjar limfe, tulang, dan organ ekstra paru lainnya.

Penyakit ini menyebar melalui udara ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau meludah. Hal ini dapat menyebarkan tetesan kecil kuman ke udara. Orang lain kemudian dapat menghirup tetesan tersebut, dan kuman tersebut masuk ke paru-paru.

Penyebab

Terdapat 5 bakteri yang berkaitan erat dengan infeksi TB: Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium bovis, Mycobacterium africanum, Mycobacterium microti and Mycobacterium cannettii. M.tuberculosis (M.TB), hingga saat ini merupakan bakteri yang paling sering ditemukan, dan menular antar manusia melalui rute udara.

Gejala

Gejala penyakit TB tergantung pada lokasi lesi, sehingga dapat menunjukkan manifestasi klinis sebagai berikut:

  1. Batuk berkepanjangan (lebih dari 2 minggu)
  2. Batuk berdahak (dapat bercampur darah)
  3. Nyeri dada
  4. Sesak napas

Dengan gejala lain seperti:

  1. Malaise
  2. Kelelahan
  3. Penurunan berat badan
  4. Demam
  5. Keringat di malam hari
  6. Penurunan nafsu makan

Faktor risiko

Terdapat beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit TB, kelompok tersebut adalah:

  1. Memiliki kontak erat dengan orang dengan penyakit TB aktif yang infeksius.
  2. Orang dengan HIV positif dan penyakit imunokompromais lain.
  3. Orang yang mengonsumsi obat imunosupresan dalam jangka waktu panjang.
  4. Perokok
  5. Konsumsi alkohol tinggi
  6. Anak usia <5 tahun dan lansia
  7. Berada di tempat dengan risiko tinggi terinfeksi tuberculosis (contoh: lembaga permasyarakatan, fasilitas perawatan jangka panjang)
  8. Petugas kesehatan

Diagnosis

Untuk mendiagnosis infeksi tuberkulosis (TB), penyedia layanan kesehatan Anda akan melakukan pemeriksaan yang meliputi:

  1. Mendengarkan pernapasan dengan stetoskop.
  2. Memeriksa pembengkakan kelenjar getah bening.
  3. Mengajukan pertanyaan tentang gejala penyakit

Apabila terduga TB, ada beberapa pemeriksaan yang mungkin akan dilakukan yaitu:

  1. Pemeriksaan bakteriologis dengan mikroskop atau TCM (Tes Cepat Molekuler). Tes ini dilakukan dengan mengambil dahak        pasien.  Tes ini memiliki akurasi diagnostik yang tinggi dan hasilnya lebih cepat
  2. Pemeriksaan sinar-X. Hasil rontgen dada dapat menunjukkan bercak tidak teratur di paru-paru yang merupakan ciri khas penyakit TBC aktif.
  3. Tes kulit tuberkulin (TST) atau uji pelepasan interferon gamma (IGRA) dapat digunakan untuk mengidentifikasi orang yang terinfeksi.

Pengobatan

Pasien TB akan diminta untuk berkonsultasi secara rutin untuk mengetahui kondisi dan melihat efek samping dari pengobatan. Tujuan dari pengobatan TB yaitu:

  • Menyembuhkan, mempertahankan kualitas hidup dan produktivitas pasien
  • Mencegah kematian akibat TB aktif atau efek lanjutan
  • Mencegah kekambuhan TB
  • Mengurangi penularan TB kepada orang lain
  • Mencegah perkembangan dan penularan resistan obat

Obat anti-tuberkulosis (OAT) adalah komponen terpenting dalam pengobatan TB. Pengobatan TB merupakan salah satu upaya paling efisien untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari bakteri penyebab TB.

Pengobatan yang adekuat harus memenuhi prinsip:

  • Pengobatan diberikan dalam bentuk paduan OAT yang tepat mengandung minimal 4 macam obat untuk mencegah terjadinya resistensi
  • Diberikan dalam dosis yang tepat
  • Ditelan secara teratur dan diawasi secara langsung oleh PMO (pengawas menelan obat) sampai selesai masa pengobatan.
  • Pengobatan diberikan dalam jangka waktu yang cukup terbagi dalam tahap awal serta tahap lanjutan untuk mencegah kekambuhan.

Penyakit tuberkulosis diobati dengan antibiotik. Pengobatan dianjurkan untuk infeksi dan penyakit TBC. Antibiotik yang paling umum digunakan adalah:

  • isoniazid
  • rifampisin
  • rifapentin
  • pirazinamid
  • etambutol
  • streptomisin.

Agar efektif, obat-obatan ini perlu diminum setiap hari selama minimal 6 bulan. Berbahaya jika menghentikan pengobatan lebih awal atau tanpa nasihat medis. Hal ini dapat menyebabkan TBC yang masih hidup menjadi kebal terhadap obat.

Tuberkulosis yang tidak merespons obat standar disebut TB yang resistan terhadap obat dan memerlukan pengobatan dan tata laksana yang berbeda.

Pencegahan

Ikuti langkah-langkah berikut untuk membantu mencegah infeksi dan penyebaran tuberkulosis:

  1. Cari pertolongan medis jika mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan karena pengobatan dini untuk TB dapat membantu menghentikan penyebaran penyakit dan meningkatkan peluang Anda untuk sembuh.
  2. Lakukan tes infeksi TB jika berisiko tinggi, misalnya kontak erat dengan orang yang mengidap TB di rumah atau di kantor.
  3. Jika diresepkan pengobatan untuk mencegah TB, selesaikan pengobatan secara lengkap.
  4. Jika mengidap TB, jaga kebersihan saat batuk, termasuk menghindari kontak dengan orang lain dan memakai masker, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta membuang dahak dan tisu bekas dengan benar.

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan memberikan vaksin Bacille Calmette-Guérin (BCG) kepada bayi atau anak kecil untuk mencegah TBC. Vaksin ini mencegah TBC di luar paru-paru, namun tidak di paru-paru.

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis. Kemenkes RI. Jakarta
  2. WHO. 2023. Fact sheets Tuberculoisis. World Health Organization. Avalaible at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tuberculosis
  3. Mayo Clinic. 2023. Tuberculosis. Mayo Clinic. Avalaible at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250#overview