Artikel Kesehatan

Tips dan Trik untuk Mencegah Infeksi Saluran Kemih pada Wanita

dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, FICS

2024-05-28

4034

Tips dan Trik untuk Mencegah Infeksi Saluran Kemih pada Wanita

Infeksi saluran kemih (ISK) dapat menjadi masalah kesehatan yang umum, terutama pada wanita. Oleh karena itu, penting untuk mengadopsi kebiasaan sehari-hari yang dapat membantu mencegah terjadinya infeksi saluran kemih. Berikut adalah beberapa tips dan trik yang dapat membantu wanita menjaga kesehatan saluran kemih mereka:

  1. Minum air secukupnya: pastikan Anda cukup mengonsumsi air setiap hari. Minum air dapat membantu membersihkan bakteri dan zat berbahaya dari saluran kemih, serta membantu mencegah infeksi.
  1. Pembersihan yang tepat: saat membersihkan area genital, pastikan untuk membersihkannya dari depan ke belakang. Hal ini dapat mencegah bakteri dari saluran cerna (anus) dan vagina masuk ke dalam saluran kemih.
  1. Kenakan pakaian yang longgar: pakaian ketat dapat menciptakan kondisi lembab yang mendukung pertumbuhan bakteri. Kenakan pakaian yang longgar, terutama pada daerah selangkangan, untuk menjaga kebersihan dan kesehatan saluran kemih.
  1. Ganti pakaian renang dengan segera: bagi Anda yang senang berenang, segera ganti pakaian renang basah Anda. Kelembaban dapat menjadi lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang.
Meluruskan Fakta dan Mengurai Mitos: Mengenal Lebih Dekat Pembesaran Prostat Jinak pada Pria

dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, FICS

2024-05-27

1956

Meluruskan Fakta dan Mengurai Mitos: Mengenal Lebih Dekat Pembesaran Prostat Jinak pada Pria

Pembesaran prostat jinak (PPJ), juga dikenal sebagai benign prostate hyperplasia (BPH), adalah kondisi umum yang dialami oleh banyak pria di seluruh dunia, terutama mereka yang berusia di atas 50 tahun. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi fakta dan mitos seputar pembesaran prostat jinak.

Fakta Pertama, PPJ adalah kondisi umum dan seiring bertambahnya usia, ukuran prostat cenderung meningkat. Ini adalah proses alami dan bukan tanda kanker. Meskipun begitu, pembesaran prostat dapat menyebabkan gejala yang mengganggu seperti sering buang air kecil, kesulitan memulai atau menghentikan aliran urin, dan perasaan tidak nyaman di area panggul.

Mitos Pertama yang perlu dipecahkan adalah bahwa PPJ tidak ada hubungannya dengan kanker prostat. Meskipun keduanya dapat menyebabkan masalah pada kelenjar prostat, mereka memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda. PPJ adalah pertumbuhan jaringan non-kanker (jinak), sementara kanker prostat melibatkan pertumbuhan sel kanker yang bersifat ganas. Untuk mengetahui perbedaan antara keduanya, silakan klik tautan berikut ini.

Fakta Kedua, faktor usia memainkan peran utama dalam pembesaran prostat jinak. Seiring bertambahnya usia, risiko mengalami PPJ meningkat secara signifikan. Namun, tidak semua pria akan mengalami gejala yang sama, dan beberapa mungkin bahkan tidak menyadari adanya pembesaran prostat hingga me...

Inovasi Terkini: Tatalaksana Pembesaran Prostat Jinak di Rumah Sakit Universitas Indonesia

dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, FICS

2024-05-27

1553

Inovasi Terkini: Tatalaksana Pembesaran Prostat Jinak di Rumah Sakit Universitas Indonesia

Pembesaran prostat jinak (PPJ), atau yang dikenal sebagai benign prostatic hyperplasia (BPH), dapat memengaruhi kualitas hidup pria. Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) memahami pentingnya memberikan layanan tatalaksana komprehensif untuk menangani kondisi ini. Berikut adalah gambaran singkat mengenai layanan tersebut.

Pelayanan Komprehensif

RSUI menawarkan pendekatan holistik dalam tatalaksana pembesaran prostat jinak. Pelayanan ini mencakup diagnosis, pengobatan, dan tindak lanjut pascapengobatan. Pasien akan menjalani serangkaian pemeriksaan awal untuk menentukan tingkat keparahan PPJ dan menyesuaikan rencana pengobatan sesuai kebutuhan individu.

Tim Profesional dan Peralatan Canggih

Tim medis RSUI terdiri dari berbagai spesialis (urologi, jantung, dan penyakit dalam) dan perawat yang berpengalaman dalam penanganan PPJ. Peralatan canggih seperti sistoskopi, dan bipolar enucleation and resection dapat digunakan untuk terapi. Proses tatalaksana dilakukan dengan presisi tinggi untuk meminimalkan risiko dan memastikan hasil yang optimal.

Keunggulan Layanan

Informasi Pasien dan Pengunjung

Ayo Terhubung Dengan Kami,

RSUI Logo

Jl. Prof. DR. Bahder Djohan, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424

© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved