
Ns. Gayatri Mauly Purwandari, S.Kep., MPH dan Nada Aliyatunnisa
2025-10-15
2019
Tahukah Anda bahwa diare adalah penyebab kematian ketiga terbesar pada anak di bawah lima tahun?
Diare merupakan kondisi yang didefinisikan sebagai buang air besar (BAB) lebih dari atau sama dengan tiga kali sehari dengan konsistensi cair. Diare biasanya disebabkan infeksi usus oleh bakteri, virus, atau parasit. Diare masih menjadi penyebab kesakitan dan kematian anak di dunia. Setiap tahunnya sekitar 500 ribu anak di bawah lima tahun meninggal akibat diare, terutama di negara berkembang (WHO, 2023). Di Indonesia sendiri, prevalensi diare pada tahun 2023 diperkirakan mencapai lebih dari 11,7 juta penduduk. Tingginya angka tersebut menunjukkan perlunya perhatian serius untuk mengendalikan diare sebagai masalah kesehatan anak.
Sebagian besar kasus diare dapat dicegah melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan praktik mencuci tangan pakai sabun. Mencuci tangan dengan sabun pada lima waktu kritis yang dapat dilakukan di antaranya: (1) sebelum makan, (2) sebelum menyiapkan makanan, (3) setelah buang air besar, (4) setelah membersihkan anak yang buang air, dan (5) serta setelah kontak dengan hewan atau lingkungan yang kotor. Langkah tersebut terbukti mampu menurunkan risiko diare hingga 40% (WHO, 2023).
Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu intervensi paling efektif untuk mencegah penularan penyakit menular berbasis lingkungan, termasuk diare. Selain mengurangi angka kejadian diare, kebiasaan ini juga membantu mencegah penyakit infeksi lain, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan cacingan. Meskipun terlihat sederhana, jika diterapkan secara konsisten di rumah, sekolah, maupun fasilitas kesehatan, risiko penularan diare dapat diputus, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan orang lain.
Dengan menerapkan kebiasaan sederhana ini secara konsisten, risiko penularan diare dapat ditekan secara sign...

dr. Dimas Wirawan Wicaksono, Sp.KJ dan Aprellin Echa Praditia
2025-10-10
1797
Di tengah kehidupan modern yang penuh kesibukan, pikiran sering kali dipenuhi oleh target kerja, notifikasi media sosial, hingga kekhawatiran terkait masa depan. Kondisi ini bisa berakibat pada stres berkepanjangan, gangguan tidur, hingga masalah kesehatan mental. Salah satu strategi sederhana & efektif yang kini semakin mendapat perhatian adalah mindfulness.
Mindfulness adalah praktik menghadirkan diri sepenuhnya pada momen sekarang dengan menerima pikiran, emosi, maupun sensasi tubuh tanpa menghakimi. Konsep ini awalnya berkembang dari tradisi meditasi Timur, tetapi kini telah banyak diteliti dalam psikologi modern dan terbukti bermanfaat bagi kesehatan.

dr. Gisela Haza Anissa, Sp.M
2025-10-09
546
Setiap tahun pada minggu kedua bulan Oktober, dunia memperingati World Sight Day atau yang disebut juga Hari Penglihatan Dunia. Pada tahun 2025 ini, tema yang diangkat adalah “Love Your Eyes”. Momen ini dapat kita gunakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mata dengan cara menjaga dan memeriksanya secara teratur.
Banyak orang berpikir pemeriksaan mata hanya perlu dilakukan jika penglihatan menurun. Padahal, pemeriksaan mata rutin setiap 1–2 tahun sekali sangat disarankan, bahkan bagi mereka yang merasa tidak ada masalah penglihatan. Anak-anak sebaiknya mulai diperiksa sejak usia prasekolah dan secara berkala setiap 1–2 tahun. Deteksi dini masalah seperti rabun jauh, rabun dekat, atau mata malas (amblyopia) bisa mencegah penurunan kemampuan belajar dan konsentrasi di sekolah. Sedangkan untuk orang dewasa, terutama yang berusia di atas 40 tahun, pemeriksaan mata rutin dapat mendeteksi dini penyakit seperti glaukoma, katarak, atau degenerasi makula yang sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Kesehatan mata berpengaruh langsung terhadap produktivitas, keselamatan, dan kualitas hidup. Orang dengan gangguan penglihatan cenderung memiliki risiko lebih tinggi terhadap kecelakaan, penurunan kinerja kerja, dan bahkan tekanan sosial akibat keterbatasan aktivitas. Selain gangguan penglihatan, keluhan seperti ketegangan mata akibat layar (digital eye strain) juga menjadi masalah umum terutama di kalangan pelajar dan pekerja kantoran. Keluhan seperti mata kering, penglihatan kabur sementara, dan sakit kepala sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selain pemeriksaan rutin, kebiasaan sehari-hari juga berperan penting dalam menjaga fungsi penglihatan. Terdapat beberapa kebiasaan sederhana yang bisa Anda mulai hari ini untuk menjaga kesehatan mata, antara lain:

Ns. Gayatri Mauly Purwandari, S.Kep., MPH dan Nada Aliyatunnisa
2025-10-15
2019
Tahukah Anda bahwa diare adalah penyebab kematian ketiga terbesar pada anak di bawah lima tahun?
Diare merupakan kondisi yang didefinisikan sebagai buang air besar (BAB) lebih dari atau sama dengan tiga kali sehari dengan konsistensi cair. Diare biasanya disebabkan infeksi usus oleh bakteri, virus, atau parasit. Diare masih menjadi penyebab kesakitan dan kematian anak di dunia. Setiap tahunnya sekitar 500 ribu anak di bawah lima tahun meninggal akibat diare, terutama di negara berkembang (WHO, 2023). Di Indonesia sendiri, prevalensi diare pada tahun 2023 diperkirakan mencapai lebih dari 11,7 juta penduduk. Tingginya angka tersebut menunjukkan perlunya perhatian serius untuk mengendalikan diare sebagai masalah kesehatan anak.
Sebagian besar kasus diare dapat dicegah melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan praktik mencuci tangan pakai sabun. Mencuci tangan dengan sabun pada lima waktu kritis yang dapat dilakukan di antaranya: (1) sebelum makan, (2) sebelum menyiapkan makanan, (3) setelah buang air besar, (4) setelah membersihkan anak yang buang air, dan (5) serta setelah kontak dengan hewan atau lingkungan yang kotor. Langkah tersebut terbukti mampu menurunkan risiko diare hingga 40% (WHO, 2023).
Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu intervensi paling efektif untuk mencegah penularan penyakit menular berbasis lingkungan, termasuk diare. Selain mengurangi angka kejadian diare, kebiasaan ini juga membantu mencegah penyakit infeksi lain, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan cacingan. Meskipun terlihat sederhana, jika diterapkan secara konsisten di rumah, sekolah, maupun fasilitas kesehatan, risiko penularan diare dapat diputus, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan orang lain.
Dengan menerapkan kebiasaan sederhana ini secara konsisten, risiko penularan diare dapat ditekan secara sign...

dr. Dimas Wirawan Wicaksono, Sp.KJ dan Aprellin Echa Praditia
2025-10-10
1797
Di tengah kehidupan modern yang penuh kesibukan, pikiran sering kali dipenuhi oleh target kerja, notifikasi media sosial, hingga kekhawatiran terkait masa depan. Kondisi ini bisa berakibat pada stres berkepanjangan, gangguan tidur, hingga masalah kesehatan mental. Salah satu strategi sederhana & efektif yang kini semakin mendapat perhatian adalah mindfulness.
Mindfulness adalah praktik menghadirkan diri sepenuhnya pada momen sekarang dengan menerima pikiran, emosi, maupun sensasi tubuh tanpa menghakimi. Konsep ini awalnya berkembang dari tradisi meditasi Timur, tetapi kini telah banyak diteliti dalam psikologi modern dan terbukti bermanfaat bagi kesehatan.

dr. Gisela Haza Anissa, Sp.M
2025-10-09
546
Setiap tahun pada minggu kedua bulan Oktober, dunia memperingati World Sight Day atau yang disebut juga Hari Penglihatan Dunia. Pada tahun 2025 ini, tema yang diangkat adalah “Love Your Eyes”. Momen ini dapat kita gunakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mata dengan cara menjaga dan memeriksanya secara teratur.
Banyak orang berpikir pemeriksaan mata hanya perlu dilakukan jika penglihatan menurun. Padahal, pemeriksaan mata rutin setiap 1–2 tahun sekali sangat disarankan, bahkan bagi mereka yang merasa tidak ada masalah penglihatan. Anak-anak sebaiknya mulai diperiksa sejak usia prasekolah dan secara berkala setiap 1–2 tahun. Deteksi dini masalah seperti rabun jauh, rabun dekat, atau mata malas (amblyopia) bisa mencegah penurunan kemampuan belajar dan konsentrasi di sekolah. Sedangkan untuk orang dewasa, terutama yang berusia di atas 40 tahun, pemeriksaan mata rutin dapat mendeteksi dini penyakit seperti glaukoma, katarak, atau degenerasi makula yang sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Kesehatan mata berpengaruh langsung terhadap produktivitas, keselamatan, dan kualitas hidup. Orang dengan gangguan penglihatan cenderung memiliki risiko lebih tinggi terhadap kecelakaan, penurunan kinerja kerja, dan bahkan tekanan sosial akibat keterbatasan aktivitas. Selain gangguan penglihatan, keluhan seperti ketegangan mata akibat layar (digital eye strain) juga menjadi masalah umum terutama di kalangan pelajar dan pekerja kantoran. Keluhan seperti mata kering, penglihatan kabur sementara, dan sakit kepala sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selain pemeriksaan rutin, kebiasaan sehari-hari juga berperan penting dalam menjaga fungsi penglihatan. Terdapat beberapa kebiasaan sederhana yang bisa Anda mulai hari ini untuk menjaga kesehatan mata, antara lain:
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved