(021) 50829292 (021) 50829282 Pencarian

Penelitian

Deskripsi

Komisi Etik Penelitian Rumah Sakit Universitas Indonesia (KEP RSUI) dibentuk berdasarkan SK Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Indonesia dengan No: 827/SK/DIRUT/RSUI/2020 tertanggal 23 Juni 2020, dipimpin seorang ketua, dibantu seorang sekretaris dan beranggotakan 5 orang yang berasal dari berbagai disiplin ilmu kesehatan. KEP RSUI bertugas melakukan kaji etik atas protokol riset untuk mendapatkan rekomendasi etik baik yang mengikut sertakan manusia maupun hewan sebagai subjek penelitian, meneliti formulir persetujuan subjek untuk menjadi subjek penelitian, mengeluarkan rekomendasi etik pada protokol yang telah lulus kaji etik, melakukan pengawasan, pemantauan, dan evaluasi terhadap riset yang sedang berjalan, melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang etika riset bagi peneliti, dan membuat laporan kegiatan tahunan kepada Direktur Utama RSUI.

Semua penelitian yang akan dilaksanakan di RSUI harus mendapatkan surat lolos kaji etik dari KEP RSUI. Dalam melaksanakan tugasnya, KEP RSUI melakukan rapat pembahasan proposal seminggu sekali, yaitu setiap hari Kamis, dan selalu melibatkan orang awam dalam pembahasannya. KEP RSUI tidak dapat diintervensi dari pihak manapun, dan selalu menjunjung tinggi etika penelitian.

KEP RSUI dibantu oleh seorang administrator yang bertugas mengecek, menerima dan mendokumentasikan seluruh berkas yang masuk dan keluar dari KEP RSUI, serta berperan sebagai penghubung antara peneliti dengan KEP RSUI. Target KEP RSUI dalam membahas proposal penelitian yang masuk berkisar 2-4 minggu, tergantung pada banyaknya proposal yang masuk dan tingkat kesulitan penelitian.

Unit Pendidikan, Penelitian dan Pelatihan Rumah Sakit Universitas Indonesia (Unit Diklitlat RSUI) dibentuk berdasarkan Keputusan Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Indonesia Nomor 391/SK/DIRUT/2020 tentang Pedoman Pengorganisasian Unit Pendidikan, Penelitian dan Pelatihan Rumah Sakit Universitas Indonesia yang ditetapkan pada 11 Mei 2020.

Adanya program diklitlat di RSUI diharapkan dapat memberikan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan sesuai dengan tuntutan profesi maupun peraturan yang berlaku. Selain itu, pelayanan rumah sakit dapat lebih ditingkatkan dengan adanya produk-produk inovasi dalam dunia kesehatan maupun ilmu pengetahuan baru yang diperoleh melalui penelitian ilmiah.

Dipimpin seorang Kepala Unit, dan dibantu koordinator dan staf bidang pendidikan, penelitian dan pelatihan, Unit Diklitlat diharapkan dapat mengoordinir pelaksanaan program diklitlat yang terstruktur serta terlaksana dengan arah dan sasaran yang jelas sebagai salah satu kunci untuk menjadikan RSUI sebagai rumah sakit dengan layanan kesehatan unggul dalam semua bidang. Hal ini juga merupakan kunci utama dalam mewujudkan rumah sakit perguruan tinggi negeri (RSPTN) yang mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Informasi berikut ini adalah panduan alur/proses pengajuan izin pelaksaan penelitian di RSUI. Panduan alur/proses ini berlaku untuk seluruh (calon) peneliti baik mahasiswa (S1/S2/S3), akademisi, tenaga kesehatan, maupun industri dan organisasi riset komersil (ORK).

  • Bagaimana Cara Mengajukan Kaji Etik?
    1. Semua penelitian yang dilakukan di RSUI harus melewati kaji etik oleh Komisi Etik Penelitian RSUI.
    2. Peneliti mengunduh dan mengisi kelengkapan berkas secara lengkap dan jelas
    3. Peneliti mendaftar dan mengunggah kelengkapan berkas pada tautan berikut
    4. Peneliti menginformasikan kepada Staf Admin Komite Etik Penelitian RSUI (narahubung) jika sudah mengisi tautan Pendaftaran agar Staf Admin dapat mengecek ulang kelengkapan dan kesesuaian berkas
    5. Tim Reviewer Komite Etik Penelitian RSUI akan me-review berkas dalam kurun waktu 7-14 hari kerja.
    6. Hasil kaji etik dapat berupa Berita Acara Hasil Review Etik (jika ada perbaikan/revisi), atau Surat Keterangan Persetujuan Etik (jika telah lolos kaji etik, ditolak, atau tidak memerlukan kaji etik)
    7. Staf Admin Komite Etik Penelitian RSUI akan mengirim Hasil kaji etik kepada Peneliti melalui email peneliti dan WhatsApp
    8. Peneliti melakukan perbaikan/revisi dalam kurun waktu maksimal 14 hari dan mengunggah berkas-berkas perbaikan tersebut pada tautan berikut . Jika melebihi dari batas waktu yang ditentukan, Peneliti wajib menginformasikan Sdri. Feral (narahubung) melalui WhatsApp.
    9. Jika proposal penelitian telah lolos kaji etik, Staf Admin akan mengajukan tagihan/ invoice kepada unit Keuangan untuk memproses pembayaran dana kaji etik
    10. Staf Admin memberikan tagihan/invoice, kwitansi, dan faktur pajak kepada peneliti
    11. Peneliti membayar sesuai tagihan dan memberikan bukti transfer kaji etik kepada Staf Admin
    12. Staf Admin mengeluarkan Surat Keterangan Persetujuan Kaji Etik,
    13. Peneliti melakukan proses Izin Penelitian dengan mengikuti alur “Bagaimana Cara Mengajukan Izin Penelitian?” dibagian bawah.

    Peneliti mengunduh dan mengisi kelengkapan berkas secara lengkap dan jelas yang terdiri atas:

    1. Formulir Permohonan Kaji Etik Penelitian Unduh
    2. Resume Protokol Penelitian Unduh
    3. Formulir Informed Consent RSUI Unduh
    4. Formulir Surat Permohonan Etik Unduh
    5. Proposal Penelitian
    6. Susunan Tim Peneliti dan / CV Biodata Peneliti Utama
    7. Scan KTP
    8. Scan NPWP

    Pertanyaan mengenai alur pengajuan dan pengisian formulir elektronik dapat diajukan kepada Staf Admin Komite Etik Penelitian RSUI atas nama Feral pada nomor WhatsApp berikut ini

    1. Peneliti mengunduh dan melengkapi dokumen persyaratan pengajuan izin penelitian
    2. Peneliti melengkapi data diri dan mengunggah dokumen persyaratan pada tautan berikut
    3. Peneliti melakukan follow-up dengan menghubungi Staff Unit Pendidikan, Penelitian, dan Pelatihan (Diklitlat) RSUI (Sdr. Bagas - 085692795227).
    4. Staff Unit Diklitlat menyampaikan informasi pengajuan ke Manajer/Kepala Unit tertuju
      1. Untuk penelitian bersifat uji non-klinis, akan dilakukan diskusi tidak langsung (10 hari kerja)
      2. Untuk penelitian bersifat uji klinis, akan dijadwalkan diskusi langsung (20 hari kerja)
    5. Jika Manajer/Kepala Unit tertuju belum/tidak menyetujui, Staff Unit Diklitlat akan mengarahkan peneliti untuk berdiskusi langsung dengan Manajer/Kepala Unit tertuju
    6. Jika Manajer/Kepala Unit tertuju telah menyetujui, Staff Unit Diklitlat akan menghubungi peneliti dan memberikan informasi biaya penelitian yang harus ditanggung oleh peneliti
    7. Peneliti melunasi biaya penelitian
    8. Staff Unit Diklitlat memproses Surat Izin Pelaksaan Penelitian untuk ditandatangani oleh Direktur Utama RSUI
    9. Jika Surat Izin Pelaksanaan Penelitian telah ditandatangani oleh Direktur Utama RSUI, peneliti diizinkan melaksanakan penelitian

    Peneliti mengunduh dan melengkapi dokumen persyaratan pengajuan izin penelitian sebagai berikut:

    1. CV Peneliti
    2. Surat pengantar dari institusi ditujukan kepada Direktur Utama RSUI
    3. Surat Pernyataan Pelaksanaan Penelitian Unduh
    4. Surat Pernyataan Lolos Kaji Etik RSUI
    5. Form Persetujuan Pembebanan Biaya Penelitian Unduh
    6. Sertifikat GCP (Untuk Penelitian Klinis)

    Pertanyaan mengenai alur pengajuan dan pengisian formulir elektronik dapat diajukan kepada Staff Unit Pendidikan, Penelitian, dan Pelatihan (Diklitlat) RSUI atas nama Bagas pada nomor WhatsApp berikut ini