Artikel Kesehatan

Seberapa Keraskah Anda? Kenali Disfungsi Ereksi

Tasya Kartika, S.Ked, Gabriella Regita Cendani, S.Ked, Jason Nathanael Adhimulia, S.Ked

2022-08-11

86999

Seberapa Keraskah Anda? Kenali Disfungsi Ereksi

Di reviu oleh: dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, FICS

Anda atau pasangan Anda yang tidak puas dengan kualitas ereksi Anda? 

Kekerasan penis tentu penting dalam berhubungan seksual. Namun, bagaimana jika ereksi Anda tidak cukup untuk penetrasi atau kekerasannya tidak dapat dipertahankan selama berhubungan seksual? Mengganggu, bukan? Jadi, bagaimana caranya menilai kualitas ereksi Anda? 

Sekilas tentang Disfungsi Ereksi
Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk performa seksual yang memuaskan. Ereksi terjadi saat aliran darah ke penis meningkat karena pelebaran pembuluh darah penis sehingga penis dapat terisi oleh darah dan membesar. Proses ini diatur oleh berbagai faktor, dan gangguan pada faktor-faktor tersebut dapat mengakibatkan disfungsi ereksi. Pasien dengan disfungsi ereksi akan mengalami:
1.    Kesulitan ereksi
2.    Kesulitan mempertahankan ereksi
3.    Penurunan gairah sexual 

Penyebab disfungsi ereksi dapat diklasifikasikan menjadi psikologis dan organik (non-psikologis). Berbagai penelitian telah menunjukan bahwa lebih dari 80% kasus disfungsi ereksi disebabkan oleh penyebab organik. Penyebab psikologis dari disfungsi ereksi antara lain depresi dan gelisah, terutama gelisah yang berhubungan dengan ketidakmampuan mencapai ereksi sedangkan penyebab organik dari disfungsi ereksi adalah penyakit pembuluh darah, gangguan persarafan, gangguan hormonal, dan obat-obatan.

Bagaimana Mengukur Kekerasan Ereksi?
Erection Hardness Scale (EHS) digunakan untuk mengukur tingkat kekerasan ereksi berdasarkan observasi mandiri dari pasien. Pasien akan menilai sendiri kekerasan ereksinya dan memilih nilai antara 0 hingga 4. 

  • 0 jika penis tidak membesar sama sekali. 
  • 1 jika penis membesar, namun tidak mengeras (seperti tofu).<...

10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui

Andina Nirmala Pahalawati, Sp.A, Annisa Rahmania Yulman, Sp.A

2022-08-05

20862

10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui

Fasilitas kesehatan dan petugas kesehatan merupakan garda terdepan sukses menyusui sehingga sejak 1991 dibuatlah program inisiatif rumah sakit ramah bayi/ baby-friendly hospital initiative (BFHI) atau Rumah sakit aying bayi (RSSB) yang telah mendukung fasilitas layanan persalinan dan bayi baru lahir di seluruh dunia untuk menggiatkan pemberian ASI. Program ini menghasilkan 10 langkah menuju keberhasilan menyusui (LMKM) dan terdapat bukti substansial menunjukkan bahwa penerapan 10 LMKM secara signifikan dapatmeningkatkan angka menyusui. Berikut ini adalah penjelasan dan penerapan 10 langkah LMKM.

1.      Kebijakan Sarana pelayanan Kesehatan

Sarana pelayanan kesehatan dilarang melakukan promosi pengganti ASI (PASI) dan memiliki kebijakan tertulis tentang penerapan 10 langkah menuju keberhasilan menyusui. Pengadaan PASI pada pelayanan kesehatan merupakan proses pengadaan normal bukan kerjasama berupa sampel/diskon/endorse. Fasilitas pelayanan kesehatan tidak memiliki tampilan produk atau barang dalam perusahaan yang menghasilkan PASI (menerapkan Kode). Rumah sakit/pelayanan kesehatan memiliki rangkuman tertulis dari praktis klinis Sepuluh Langkah LMKM, penerapan kode promosi, dan penilaian kompetensi yang dapat dilihat oleh ibu hamildan keluarga mereka.

 2.      Kompetensi Staf

Sarana pelayanan kesehatan melakukan pelatihan untuk staf yang membantu ibu dengan pemberian makanan bayi. Staf tersebutharus memiliki kemampuan sebagai berikut:

  • Keterampilan mendengarkan dan menasihati ibu
  • Membangun kepercayaan diri ibu
  • Menasihati ibu hamil tentang menyusui
  • Menilai menyusui
  • Membantu ibu mengatur posisi diri dan bayi untuk menyusui
  • Membantu ibu menempelkan bayi ke payudara
  • Menjelaskan ibu tentang pola menyusui yang optimal
  • Membantu ibu ...

Mamografi

dr. Thariqah Salamah, SpRad(K), dr. Vina Azhima, dr Lina Saleh Al Huraiby, SpRad

2022-08-04

24739

Mamografi

Wanita usia subur wajib menjaga dan merawat kesehatan reproduksi khususnya payudara dengan melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan skrining rutin salah satunya dengan mamografi. Mamografi adalah proses pemeriksaan payudara menggunakan sinar-X berenergi rendah. Mamografi dapat digunakan untuk keperluan skrining maupun menegakkan diagnosis. Tujuannya adalah mendeteksi dini kanker payudara.

Mamografi dapat menunjukkan perubahan pada payudara bahkan ketika gejala belum muncul. Dari berbagai penelitian sensitivitas bervariasi antara 87% - 97% dengan spesifisitas antara 64,5% - 88%. American College Radiology (ACR) dan National Comprehensive Cancer Network (NCCN) merekomendasikan skrining mamografi dimulai pada wanita usia 40 tahun dan dilakukan setiap tahun. Terutama jika ada riwayat kanker payudara pada keluarga. Lalu hal apa saja yang harus diperhatikan sebelum menjalani mamografi?

Sebelum menjalani pemeriksaan mamografi, pasien perlu menginformasikan dokter mengenai riwayat kondisi kesehatannya, misalnya riwayat operasi dan pemasangan implant payudara ataupun jika sedang hamil. Jika sebelumnya sudah pernah melakukan pemeriksaan mamografi di fasilitas kesehatan lainnya, maka hasilnya diharapkan dibawa agar dapat dibandingkan oleh dokter.

Hindari penggunaan deodoran, antiperspiran, bedak, losion, krim atau parfum di bawah lengan atau di payudara sebelum pemeriksaan. Partikel logam dalam bedak dan deodoran dapat terlihat pada mamografi dan akan mempengaruhi hasil pembacaannya.

(42)

Akupuntur (8)
Alat Kesehatan (7)
Alergi dan Imunologi (5)
Anak (34)
COVID-19 (9)
Diabetes (13)
Gigitan Hewan (3)
Hipertensi (2)
Imunisasi/Vaksinasi (8)
Jantung (17)
Kanker (6)
Kehamilan (18)
Kesehatan Gigi dan Mulut (23)
Kesehatan Jiwa (19)
Kesehatan Lingkungan (4)
Kesehatan Mata (8)
Keselamatan Pasien (2)
Kolesterol (1)
Kulit dan Kelamin (3)
Lansia (1)
Layanan RSUI (112)
Lifestyle (36)
Menyusui (9)
Nutrisi (20)
Obat (4)
Pencernaan (3)
Penyakit Menular (1)
Penyakit Paru (21)
Penyakit Reproduksi Wanita (4)
Penyakit Tidak Menular (11)
Penyakit Zoonosis (1)
Rehabilitasi Medik (2)
Reumatologi (8)
Rokok dan Tembakau (1)
Saluran Kemih (57)
Saraf (13)
Seputar Layanan (57)
Stroke (11)
THT (Telinga Hidung Tenggorokan) (5)
Tulang dan Otot (24)
Tumbuh Kembang Anak (10)

Informasi Pasien dan Pengunjung

Ayo Terhubung Dengan Kami,

RSUI Logo

Jl. Prof. DR. Bahder Djohan, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424

© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved