
dr. Adrian Ridski Harsono, Sp.N
2023-11-03
29679
Stroke merupakan kerusakan struktural otak yang disebabkan oleh tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak. Berdasarkan data riset kesehatan dasar (RISKESDAS) tahun 2018, Indonesia memiliki angka prevalensi stroke yang tinggi yaitu 10,9 permil dan memegang angka kematian tertinggi pertama di Asia Tenggara. Dengan tingginya angka kejadian dan kematian stroke di Indonesia, sangatlah diperlukan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap tanda, gejala dan penanganan segera pada orang yang mengalami stroke. Beberapa tanda dan gejala yang sering ditemukan pada penderita stroke seperti mulut mencong, bicara pelo atau kelemahan satu sisi tubuh. Namun tahukah anda jika kejang juga merupakan salah satu alarm terjadinya stroke?
Apa Itu Kejang?
Kejang adalah gejala gangguan saraf di otak berupa perubahan kesadaran/perilaku, perasaan, dan/atau gerakan (kaku dan/atau kelojotan), yang timbul mendadak, tidak terkontrol, timbul dalam durasi singkat dan dapat berulang. Kejang disebabkan adanya aktivitas elektrik di otak yang berlebihan karena kelainan di struktur otak atau sistem metabolik tubuh. Kejang dapat merupakan sebuah penanda awal perubahan atau kerusakan di otak. Apabila kejang tidak segera dihentikan dapat menimbulkan kerusakan lanjutan di otak sehingga memperburuk kondisi penyakit, meningkatkan disabilitas bahkan kematian. Mitos yang beredar di masyarakat yang menganggap kejang sebagai kejadian mistis atau gaib menyebabkan pende...

dr. Endah Setyaningsih, dr. Fhathia Avisha, dr. Rori Syahnidep
2023-11-03
20935
Hai Ayah Bunda, apakah Ayah Bunda sudah mengetahui tentang Penyakit Jantung Bawaan (PJB)? PJB merupakan penyakit akibat adanya kelainan di struktur atau fungsi jantung yang dibawa sejak lahir. Sebagian besar penyebabnya tidak diketahui. Namun, beberapa penelitian menyebutkan bahwa faktor genetik, beberapa jenis obat, penyakit pada ibu dan pajanan radiasi sinar-x dapat menjadi faktor risiko munculnya PJB pada janin. Sekitar 30% PJB sudah menunjukan gejala pada minggu-minggu pertama kehidupan. Jika tidak terdeteksi secara dini dan tidak ditangani dengan baik, angka kematiannya mencapai 50% pada bulan pertama kehidupan.
Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Anak Saya Menderita PJB?
Mungkin ini merupakan pertanyaan tersering yang akan Ayah Bunda tanyakan terkait PJB. PJB dikategorikan menjadi dua, yaitu PJB non-sianotik (tidak biru) dan sianotik (biru). Sianosis atau biru diakibatkan rendahnya saturasi darah yang menuju ke seluruh tubuh. Manifestasi atau gejala PJB dapat bervariasi mulai dari yang ringan hingga berat. Pada PJB yang ringan, anak seringkali tidak menunjukkan gejala. Sedangkan pada PJB yang berat biasanya gejala sudah terlihat saat lahir dan mungkin memerlukan intervensi segera. Gejala yang terkait PJB, yaitu;

dr. Irandi Putra Pratomo, Sp.P(K), Ph.D., FAPSR
2023-11-03
25717
Seorang laki-laki berusia 67 tahun mengalami stroke lalu dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Pasien dirawat hingga membaik kemudian diperbolehkan pulang. Selama di rumah, pasien menjalani perawatan home care karena belum sepenuhnya dapat melakukan kegiatan secara mandiri seperti makan, minum, dan berjalan. Keluarga dan perawat memperhatikan pasien sering mengeluarkan dahak kental kekuningan namun belum bisa batuk untuk mengeluarkan dahak tersebut dan tidak terlihat sesak. Pasien dibawa berobat ke dokter spesialis paru dan diberikan obat pengencer dahak, serta dirujuk ke unit rehabilitasi medis untuk menjalani konsultasi dan latihan fisis. Penanganan ini diharapkan membantu pemulihan stroke terutama gangguan di saluran pernapasan sehingga pasien dapat mengeluarkan dahak dengan benar.
Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Pasien?
Gangguan pengeluaran dahak seperti gambaran kasus di atas dapat terjadi pada 6,7 hingga 37,98% penderita stroke. Stroke merupakan kematian sel otak yang terjadi akibat suplai darah ke otak mengalami gangguan karena penyumbatan atau pecah. Kematian sel otak menyebabkan gangguan fungsi persyarafan tubuh seperti lumpuh hingga kematian.

dr. Adrian Ridski Harsono, Sp.N
2023-11-03
29679
Stroke merupakan kerusakan struktural otak yang disebabkan oleh tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di otak. Berdasarkan data riset kesehatan dasar (RISKESDAS) tahun 2018, Indonesia memiliki angka prevalensi stroke yang tinggi yaitu 10,9 permil dan memegang angka kematian tertinggi pertama di Asia Tenggara. Dengan tingginya angka kejadian dan kematian stroke di Indonesia, sangatlah diperlukan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap tanda, gejala dan penanganan segera pada orang yang mengalami stroke. Beberapa tanda dan gejala yang sering ditemukan pada penderita stroke seperti mulut mencong, bicara pelo atau kelemahan satu sisi tubuh. Namun tahukah anda jika kejang juga merupakan salah satu alarm terjadinya stroke?
Apa Itu Kejang?
Kejang adalah gejala gangguan saraf di otak berupa perubahan kesadaran/perilaku, perasaan, dan/atau gerakan (kaku dan/atau kelojotan), yang timbul mendadak, tidak terkontrol, timbul dalam durasi singkat dan dapat berulang. Kejang disebabkan adanya aktivitas elektrik di otak yang berlebihan karena kelainan di struktur otak atau sistem metabolik tubuh. Kejang dapat merupakan sebuah penanda awal perubahan atau kerusakan di otak. Apabila kejang tidak segera dihentikan dapat menimbulkan kerusakan lanjutan di otak sehingga memperburuk kondisi penyakit, meningkatkan disabilitas bahkan kematian. Mitos yang beredar di masyarakat yang menganggap kejang sebagai kejadian mistis atau gaib menyebabkan pende...

dr. Endah Setyaningsih, dr. Fhathia Avisha, dr. Rori Syahnidep
2023-11-03
20935
Hai Ayah Bunda, apakah Ayah Bunda sudah mengetahui tentang Penyakit Jantung Bawaan (PJB)? PJB merupakan penyakit akibat adanya kelainan di struktur atau fungsi jantung yang dibawa sejak lahir. Sebagian besar penyebabnya tidak diketahui. Namun, beberapa penelitian menyebutkan bahwa faktor genetik, beberapa jenis obat, penyakit pada ibu dan pajanan radiasi sinar-x dapat menjadi faktor risiko munculnya PJB pada janin. Sekitar 30% PJB sudah menunjukan gejala pada minggu-minggu pertama kehidupan. Jika tidak terdeteksi secara dini dan tidak ditangani dengan baik, angka kematiannya mencapai 50% pada bulan pertama kehidupan.
Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Anak Saya Menderita PJB?
Mungkin ini merupakan pertanyaan tersering yang akan Ayah Bunda tanyakan terkait PJB. PJB dikategorikan menjadi dua, yaitu PJB non-sianotik (tidak biru) dan sianotik (biru). Sianosis atau biru diakibatkan rendahnya saturasi darah yang menuju ke seluruh tubuh. Manifestasi atau gejala PJB dapat bervariasi mulai dari yang ringan hingga berat. Pada PJB yang ringan, anak seringkali tidak menunjukkan gejala. Sedangkan pada PJB yang berat biasanya gejala sudah terlihat saat lahir dan mungkin memerlukan intervensi segera. Gejala yang terkait PJB, yaitu;

dr. Irandi Putra Pratomo, Sp.P(K), Ph.D., FAPSR
2023-11-03
25717
Seorang laki-laki berusia 67 tahun mengalami stroke lalu dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Pasien dirawat hingga membaik kemudian diperbolehkan pulang. Selama di rumah, pasien menjalani perawatan home care karena belum sepenuhnya dapat melakukan kegiatan secara mandiri seperti makan, minum, dan berjalan. Keluarga dan perawat memperhatikan pasien sering mengeluarkan dahak kental kekuningan namun belum bisa batuk untuk mengeluarkan dahak tersebut dan tidak terlihat sesak. Pasien dibawa berobat ke dokter spesialis paru dan diberikan obat pengencer dahak, serta dirujuk ke unit rehabilitasi medis untuk menjalani konsultasi dan latihan fisis. Penanganan ini diharapkan membantu pemulihan stroke terutama gangguan di saluran pernapasan sehingga pasien dapat mengeluarkan dahak dengan benar.
Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Pasien?
Gangguan pengeluaran dahak seperti gambaran kasus di atas dapat terjadi pada 6,7 hingga 37,98% penderita stroke. Stroke merupakan kematian sel otak yang terjadi akibat suplai darah ke otak mengalami gangguan karena penyumbatan atau pecah. Kematian sel otak menyebabkan gangguan fungsi persyarafan tubuh seperti lumpuh hingga kematian.
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved