
Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO, Subsp.APK (K), MARS.
2024-10-10
2293
Obesitas pada anak dan remaja bukan hanya sekedar masalah penampilan. Keadaan ini menjadi pintu gerbang menuju berbagai gangguan metabolik yang serius. Salah satu tantangan terbesar adalah resistensi insulin, yang merupakan kondisi di mana tubuh tidak merespon insulin dengan efektif, meningkatkan risiko diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung di masa depan. Dalam konteks ini, latihan fisik menjadi pilihan intervensi yang sangat penting, namun masih sering diabaikan.
Resistensi insulin telah menjadi perhatian utama dalam penanganan obesitas pada anak dan remaja. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel tubuh tidak lagi merespon insulin dengan baik, sehingga kadar gula darah meningkat dan menyebabkan komplikasi serius. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa modifikasi gaya hidup, khususnya melalui latihan fisik, memiliki dampak yang signifikan dalam mengurangi resistensi insulin dan memperbaiki kesehatan metabolik secara keseluruhan.
Bagaimana Latihan Fisik Bekerja?
Latihan fisik membantu meningkatkan sensitivitas insulin melalui beberapa mekanisme. Pertama, latihan aerobik membantu meningkatkan penggunaan glukosa oleh otot selama dan setelah latihan, yang pada gilirannya menurunkan kadar gula darah. Kedua, latihan kekuatan meningkatkan massa otot, yang lebih efisien dalam menggunakan insulin untuk menyerap glukosa. Efek gabungan dari kedua jenis latihan ini dapat menghasilkan penurunan yang signifikan dalam nilai HOMA-IR, sebuah indeks yang sering digu...

Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO, Subsp.APK (K), MARS
2024-10-10
940
Nyeri dan disfungsi bahu sering kali menjadi masalah yang membatasi aktivitas sehari-hari dan mengurangi kualitas hidup, terutama bagi mereka yang mengalami Hypermobility Spectrum Disorder (HSD). Kondisi ini menyebabkan sendi dapat bergerak melampaui rentang gerak normal, yang seringkali diiringi dengan nyeri kronis dan ketidakstabilan sendi. Perdebatan terus berlangsung tentang jenis latihan yang paling efektif—latihan beban rendah atau beban tinggi—untuk memperbaiki fungsi bahu pada pasien dengan HSD.
Kondisi Hypermobility Spectrum Disorder (HSD) merupakan kondisi sendi yang dapat bergerak melampaui rentang gerak normal, namun sering kali disertai dengan nyeri kronis, ketidakstabilan sendi, dan penurunan kualitas hidup. Pengelolaan kondisi ini umumnya melibatkan latihan fisik sebagai intervensi utama, namun efektivitas berbagai jenis latihan, terutama latihan beban tinggi dibanding dengan beban rendah, masih menjadi perdebatan.
Manfaat Latihan Beban Tinggi
Penelitian yang dilakukan oleh Liaghat et al. menunjukkan bahwa meskipun tidak ada perbedaan signifikan dalam peningkatan fungsi bahu antara latihan beban tinggi dan rendah, latihan beban tinggi memberikan manfaat tambahan dalam aspek emosional pasien. Pasien yang menjalani latihan beban tinggi melaporkan peningkatan yang lebih besar dalam hal pengelolaan gejala dan perasaan percaya diri terhadap kondisi bahu mereka dibandingkan dengan mereka yang menjalani latihan beban rendah.

Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO, Subsp.APK (K), MARS.
2024-10-04
1186
Di era modern ini, semakin banyak orang yang mencari cara untuk menjaga kebugaran tubuh tanpa harus pergi ke gym atau menggunakan peralatan mahal. Banyak yang tertarik pada High-Intensity Interval Training (HIIT) karena efektivitasnya dalam membakar kalori dan meningkatkan kebugaran dalam waktu singkat. Namun, seringkali yang menjadi kendala adalah kurangnya ruang dan alat untuk berolahraga. Apakah mungkin mendapatkan manfaat maksimal dari HIIT hanya dengan berat badan sendiri dan ruang terbatas? Metode HIIT telah menjadi primadona di dunia kebugaran karena kemampuannya untuk memberikan hasil maksimal dalam waktu yang relatif singkat. Dengan intensitas tinggi yang diselingi dengan periode istirahat singkat, HIIT membantu meningkatkan kebugaran kardiovaskular, kekuatan otot, dan metabolisme tubuh. Namun, banyak orang merasa terintimidasi oleh HIIT karena anggapan kebutuhan peralatan khusus atau ruang yang luas untuk melakukannya. Faktanya, HIIT dapat dilakukan hanya dengan berat badan sendiri dan dalam ruang yang terbatas, sehingga membuatnya menjadi pilihan yang sangat fleksibel dan mudah diakses.
Latihan Tanpa Alat: Kekuatan dari Berat Badan Sendiri
Banyak orang berpikir bahwa untuk mendapatkan hasil maksimal dari HIIT, mereka membutuhkan peralatan seperti treadmill, sepeda statis, atau beban tambahan. Faktanya, HIIT bisa dilakukan hanya dengan menggunakan berat badan sendiri, yang dikenal sebagai Bodyweight HIIT (B-HIIT). B-HIIT melibatkan latihan seperti push-up, burpees, mountain climbers, dan jumping jacks, yang semuanya bisa dilakukan di ruang yang sangat terbatas. Jenis latihan ini tidak hanya efektif dalam meningkatkan kebugaran kardiovaskular, ...

Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO, Subsp.APK (K), MARS.
2024-10-10
2293
Obesitas pada anak dan remaja bukan hanya sekedar masalah penampilan. Keadaan ini menjadi pintu gerbang menuju berbagai gangguan metabolik yang serius. Salah satu tantangan terbesar adalah resistensi insulin, yang merupakan kondisi di mana tubuh tidak merespon insulin dengan efektif, meningkatkan risiko diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung di masa depan. Dalam konteks ini, latihan fisik menjadi pilihan intervensi yang sangat penting, namun masih sering diabaikan.
Resistensi insulin telah menjadi perhatian utama dalam penanganan obesitas pada anak dan remaja. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel tubuh tidak lagi merespon insulin dengan baik, sehingga kadar gula darah meningkat dan menyebabkan komplikasi serius. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa modifikasi gaya hidup, khususnya melalui latihan fisik, memiliki dampak yang signifikan dalam mengurangi resistensi insulin dan memperbaiki kesehatan metabolik secara keseluruhan.
Bagaimana Latihan Fisik Bekerja?
Latihan fisik membantu meningkatkan sensitivitas insulin melalui beberapa mekanisme. Pertama, latihan aerobik membantu meningkatkan penggunaan glukosa oleh otot selama dan setelah latihan, yang pada gilirannya menurunkan kadar gula darah. Kedua, latihan kekuatan meningkatkan massa otot, yang lebih efisien dalam menggunakan insulin untuk menyerap glukosa. Efek gabungan dari kedua jenis latihan ini dapat menghasilkan penurunan yang signifikan dalam nilai HOMA-IR, sebuah indeks yang sering digu...

Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO, Subsp.APK (K), MARS
2024-10-10
940
Nyeri dan disfungsi bahu sering kali menjadi masalah yang membatasi aktivitas sehari-hari dan mengurangi kualitas hidup, terutama bagi mereka yang mengalami Hypermobility Spectrum Disorder (HSD). Kondisi ini menyebabkan sendi dapat bergerak melampaui rentang gerak normal, yang seringkali diiringi dengan nyeri kronis dan ketidakstabilan sendi. Perdebatan terus berlangsung tentang jenis latihan yang paling efektif—latihan beban rendah atau beban tinggi—untuk memperbaiki fungsi bahu pada pasien dengan HSD.
Kondisi Hypermobility Spectrum Disorder (HSD) merupakan kondisi sendi yang dapat bergerak melampaui rentang gerak normal, namun sering kali disertai dengan nyeri kronis, ketidakstabilan sendi, dan penurunan kualitas hidup. Pengelolaan kondisi ini umumnya melibatkan latihan fisik sebagai intervensi utama, namun efektivitas berbagai jenis latihan, terutama latihan beban tinggi dibanding dengan beban rendah, masih menjadi perdebatan.
Manfaat Latihan Beban Tinggi
Penelitian yang dilakukan oleh Liaghat et al. menunjukkan bahwa meskipun tidak ada perbedaan signifikan dalam peningkatan fungsi bahu antara latihan beban tinggi dan rendah, latihan beban tinggi memberikan manfaat tambahan dalam aspek emosional pasien. Pasien yang menjalani latihan beban tinggi melaporkan peningkatan yang lebih besar dalam hal pengelolaan gejala dan perasaan percaya diri terhadap kondisi bahu mereka dibandingkan dengan mereka yang menjalani latihan beban rendah.

Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO, Subsp.APK (K), MARS.
2024-10-04
1186
Di era modern ini, semakin banyak orang yang mencari cara untuk menjaga kebugaran tubuh tanpa harus pergi ke gym atau menggunakan peralatan mahal. Banyak yang tertarik pada High-Intensity Interval Training (HIIT) karena efektivitasnya dalam membakar kalori dan meningkatkan kebugaran dalam waktu singkat. Namun, seringkali yang menjadi kendala adalah kurangnya ruang dan alat untuk berolahraga. Apakah mungkin mendapatkan manfaat maksimal dari HIIT hanya dengan berat badan sendiri dan ruang terbatas? Metode HIIT telah menjadi primadona di dunia kebugaran karena kemampuannya untuk memberikan hasil maksimal dalam waktu yang relatif singkat. Dengan intensitas tinggi yang diselingi dengan periode istirahat singkat, HIIT membantu meningkatkan kebugaran kardiovaskular, kekuatan otot, dan metabolisme tubuh. Namun, banyak orang merasa terintimidasi oleh HIIT karena anggapan kebutuhan peralatan khusus atau ruang yang luas untuk melakukannya. Faktanya, HIIT dapat dilakukan hanya dengan berat badan sendiri dan dalam ruang yang terbatas, sehingga membuatnya menjadi pilihan yang sangat fleksibel dan mudah diakses.
Latihan Tanpa Alat: Kekuatan dari Berat Badan Sendiri
Banyak orang berpikir bahwa untuk mendapatkan hasil maksimal dari HIIT, mereka membutuhkan peralatan seperti treadmill, sepeda statis, atau beban tambahan. Faktanya, HIIT bisa dilakukan hanya dengan menggunakan berat badan sendiri, yang dikenal sebagai Bodyweight HIIT (B-HIIT). B-HIIT melibatkan latihan seperti push-up, burpees, mountain climbers, dan jumping jacks, yang semuanya bisa dilakukan di ruang yang sangat terbatas. Jenis latihan ini tidak hanya efektif dalam meningkatkan kebugaran kardiovaskular, ...
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved