
KSM Bedah
2025-11-07
950
Hernia adalah kondisi saat sebagian organ tubuh menonjol keluar melalui otot atau jaringan sekitar yang melemah. Kondisi ini bisa terjadi di area perut, lipatan paha, pusar, atau kantong kemaluan dan jika tidak ditangani, bisa menyebabkan nyeri, ketidaknyamanan, atau komplikasi yang serius.
Beberapa ciri hernia yang sering ditemukan meliputi:
Gejala dapat memburuk seiring waktu jika tidak ditangani.
Faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko terjadinya hernia:
Hernia tidak dapat membaik sendiri. Jika tidak ditangani, dapat terjadi:
Kondisi seperti strangulasi memerlukan tindakan segera untuk mencegah kerusakan jaringan.
Herniotomi (pengangkatan kantung hernia) dan hernioplasti (perbaikan dinding hernia dengan mesh atau jaringan sintetis) adalah prosedur operasi yang umum dilakukan untuk memperkuat area dinding yang lemah dan mencegah kambuhnya hernia.
Keunggulan tindakan ini:

dr. Shinta Eka Kusuma Dewi dan Dr. dr. Wahyuningsih Djaali, M.Biomed, Sp.Ak
2025-10-30
613
Berdasarkan studi terbaru di Indonesia, prevalensi nyeri bahu pada berbagai populasi mencapai 30% hingga 47%. Kondisi ini banyak ditemukan pada kelompok pekerja seperti tenaga kesehatan, pekerja konstruksi, karyawan kantoran, maupun pelajar. Angka tersebut menunjukkan bahwa nyeri bahu merupakan masalah muskuloskeletal yang cukup umum di Indonesia, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan produktivitas kerja.
Prevalensi nyeri bahu juga cenderung meningkat seiring bertambahnya usia dan lebih banyak dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki. Beberapa faktor risiko yang berperan antara lain postur kerja yang tidak ergonomis, beban kerja fisik yang berat, serta kurangnya peregangan atau latihan fisik secara rutin.
Nyeri bahu adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan yang muncul pada area sendi bahu atau jaringan di sekitarnya seperti otot, tendon, bursa, dan ligamen. Keluhan ini dapat bersifat akut maupun kronis, dan sering kali disertai dengan keterbatasan gerak, kekakuan, serta pembatasan fungsi bahu.
Seseorang yang mengalami nyeri bahu biasanya kesulitan melakukan aktivitas seperti mengangkat tangan ke atas, menggapai punggung, mengenakan pakaian, mengangkat benda berat, atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan gerakan lengan bebas.
Akupunktur merupakan metode terapi yang melibatkan penusukan jarum halus pada titik-titik tertentu di tubuh (titik akupunktur). Pada kasus nyeri bahu, terapi akupunktur terbukti efektif untuk:
Selain itu, akupunktur termasuk terapi yang relatif aman dengan risiko efek samping yang rendah dibandingkan penggunaan obat-obatan.

dr. Amien Suharti, Sp.KFR (Ped-K), FIPM (USG)
2025-10-30
23873
Gangguan pendengaran pada anak sering kali tidak terdeteksi sejak dini dan baru diketahui setelah anak menunjukkan keterlambatan dalam berbicara. Padahal, pemeriksaan pendengaran sebaiknya dilakukan sejak bayi baru lahir. Paling lambat, pada usia 6 bulan sudah dapat diketahui apakah terdapat gangguan pendengaran atau tidak. Deteksi dini ini penting agar intervensi dapat segera dilakukan sehingga perkembangan anak, terutama kemampuan berbicara dan berbahasa, dapat optimal.
Perkembangan otak, khususnya bagian yang berperan dalam pendengaran, dimulai sejak masa kehamilan dan mencapai puncaknya pada awal kehidupan. Setelah usia 2–3 tahun, kemampuan adaptasi otak terhadap stimulasi pendengaran akan menurun. Sayangnya, pada usia inilah sebagian besar orang tua baru menyadari adanya gangguan dan membawa anak untuk diperiksa. Akibatnya, masa emas perkembangan otak sudah terlewati dan intervensi menjadi kurang efektif.
Gangguan pendengaran pada bayi dapat dideteksi dengan dua metode utama, yaitu:
Selain pemeriksaan medis, orang tua juga dapat memperhatikan beberapa tanda perkembangan pendengaran anak di rumah, seperti:
Berikut modifikasi tes daya dengar dari Kementerian Kesehatan (Depkes) 2010 yang dapat menjadi panduan bagi orang tua:

KSM Bedah
2025-11-07
950
Hernia adalah kondisi saat sebagian organ tubuh menonjol keluar melalui otot atau jaringan sekitar yang melemah. Kondisi ini bisa terjadi di area perut, lipatan paha, pusar, atau kantong kemaluan dan jika tidak ditangani, bisa menyebabkan nyeri, ketidaknyamanan, atau komplikasi yang serius.
Beberapa ciri hernia yang sering ditemukan meliputi:
Gejala dapat memburuk seiring waktu jika tidak ditangani.
Faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko terjadinya hernia:
Hernia tidak dapat membaik sendiri. Jika tidak ditangani, dapat terjadi:
Kondisi seperti strangulasi memerlukan tindakan segera untuk mencegah kerusakan jaringan.
Herniotomi (pengangkatan kantung hernia) dan hernioplasti (perbaikan dinding hernia dengan mesh atau jaringan sintetis) adalah prosedur operasi yang umum dilakukan untuk memperkuat area dinding yang lemah dan mencegah kambuhnya hernia.
Keunggulan tindakan ini:

dr. Shinta Eka Kusuma Dewi dan Dr. dr. Wahyuningsih Djaali, M.Biomed, Sp.Ak
2025-10-30
613
Berdasarkan studi terbaru di Indonesia, prevalensi nyeri bahu pada berbagai populasi mencapai 30% hingga 47%. Kondisi ini banyak ditemukan pada kelompok pekerja seperti tenaga kesehatan, pekerja konstruksi, karyawan kantoran, maupun pelajar. Angka tersebut menunjukkan bahwa nyeri bahu merupakan masalah muskuloskeletal yang cukup umum di Indonesia, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan produktivitas kerja.
Prevalensi nyeri bahu juga cenderung meningkat seiring bertambahnya usia dan lebih banyak dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki. Beberapa faktor risiko yang berperan antara lain postur kerja yang tidak ergonomis, beban kerja fisik yang berat, serta kurangnya peregangan atau latihan fisik secara rutin.
Nyeri bahu adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan yang muncul pada area sendi bahu atau jaringan di sekitarnya seperti otot, tendon, bursa, dan ligamen. Keluhan ini dapat bersifat akut maupun kronis, dan sering kali disertai dengan keterbatasan gerak, kekakuan, serta pembatasan fungsi bahu.
Seseorang yang mengalami nyeri bahu biasanya kesulitan melakukan aktivitas seperti mengangkat tangan ke atas, menggapai punggung, mengenakan pakaian, mengangkat benda berat, atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan gerakan lengan bebas.
Akupunktur merupakan metode terapi yang melibatkan penusukan jarum halus pada titik-titik tertentu di tubuh (titik akupunktur). Pada kasus nyeri bahu, terapi akupunktur terbukti efektif untuk:
Selain itu, akupunktur termasuk terapi yang relatif aman dengan risiko efek samping yang rendah dibandingkan penggunaan obat-obatan.

dr. Amien Suharti, Sp.KFR (Ped-K), FIPM (USG)
2025-10-30
23873
Gangguan pendengaran pada anak sering kali tidak terdeteksi sejak dini dan baru diketahui setelah anak menunjukkan keterlambatan dalam berbicara. Padahal, pemeriksaan pendengaran sebaiknya dilakukan sejak bayi baru lahir. Paling lambat, pada usia 6 bulan sudah dapat diketahui apakah terdapat gangguan pendengaran atau tidak. Deteksi dini ini penting agar intervensi dapat segera dilakukan sehingga perkembangan anak, terutama kemampuan berbicara dan berbahasa, dapat optimal.
Perkembangan otak, khususnya bagian yang berperan dalam pendengaran, dimulai sejak masa kehamilan dan mencapai puncaknya pada awal kehidupan. Setelah usia 2–3 tahun, kemampuan adaptasi otak terhadap stimulasi pendengaran akan menurun. Sayangnya, pada usia inilah sebagian besar orang tua baru menyadari adanya gangguan dan membawa anak untuk diperiksa. Akibatnya, masa emas perkembangan otak sudah terlewati dan intervensi menjadi kurang efektif.
Gangguan pendengaran pada bayi dapat dideteksi dengan dua metode utama, yaitu:
Selain pemeriksaan medis, orang tua juga dapat memperhatikan beberapa tanda perkembangan pendengaran anak di rumah, seperti:
Berikut modifikasi tes daya dengar dari Kementerian Kesehatan (Depkes) 2010 yang dapat menjadi panduan bagi orang tua:
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved