
Dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, FICS
2025-11-19
23663
Batu saluran kemih (BSK) terjadi ketika mineral dan garam mengkristal dalam ginjal atau sepanjang saluran kemih. Berdasarkan lokasinya, batu dapat muncul sebagai batu ginjal, batu ureter, batu kandung kemih, hingga batu uretra. Kondisi ini lebih sering dialami pria usia 30–50 tahun dan bisa menyebabkan nyeri hebat hingga komplikasi serius seperti infeksi dan kerusakan ginjal.
BSK terbentuk dari penumpukan zat seperti kalsium, oksalat, atau asam urat dalam urin. Jika kristalnya kecil, tubuh bisa mengeluarkannya secara alami. Namun ketika ukurannya membesar, batu dapat menyumbat saluran kemih dan memicu nyeri intens.
Beberapa tanda umum meliputi:
Jika gejala ini muncul, segera lakukan pemeriksaan medis untuk mencegah komplikasi.
Deteksi dini membantu memutus risiko kerusakan organ. Pemeriksaan yang umumnya dilakukan meliputi:
Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko BSK antara lain:

dr. Faisal Parlindungan, M.Ked(PD), Sp.PD-KR
2025-11-19
1153
Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun yang kompleks karena memengaruhi banyak sistem tubuh. Manifestasi klinis yang muncul dapat berbeda-beda sehingga disebut juga dengan penyakit “seribu wajah”. Di Asia Pasifik, angka kejadian LES dapat mencapai 4,3–4,53 kasus tiap 100.000 orang per tahunnya. Sementara itu, bersumber dari data poliklinik reumatologi di beberapa rumah sakit Indonesia, kunjungan pasien lupus meningkat dari 17,9–27,2% pada tahun 2015 menjadi 30,3–58% pada tahun 2017.
Angka kejadian lupus lebih sering terjadi pada perempuan berusia muda berkisar antara 15 hingga 45 tahun, dengan rasio perbandingan dengan laki-laki 15:1 hingga 22:1. Individu yang memiliki riwayat keluarga dengan lupus juga memiliki risiko lebih tinggi. Beberapa variasi gejala yang muncul dapat berupa ruam kulit berbentuk kupu-kupu di wajah, nyeri sendi tanpa sebab jelas, cepat lelah, nafsu makan menurun, demam berkepanjangan, serta gangguan ginjal atau pernapasan.Jika mengalami beberapa gejala ini, terutama dalam waktu yang lama, maka pemeriksaan lebih lanjut sangat disarankan untuk mendeteksi lupus sejak dini dan mencegah komplikasi.
Diagnosis LES ditegakkan berdasarkan evaluasi gejala klinis dan pemeriksaan penunjang sesuai kriteria klasifikasi yang ditetapkan oleh American College of Rheumatology (ACR) dan European League Against Rheumatism (EULAR) 2019. Setiap pasien yang dicurigai LES memerlukan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis, mengetahui keterlibatan organ, dan menentukan derajat aktivitas penyakit. Pemeriksaan meliputi tes laboratorium dasar, autoantibodi, komplemen, dan penilaian morbiditas penyerta, serta pemeriksaan lain yang disesuaikan dengan indikasi tertentu.
Pemeriksaan laboratorium dasar mencakup Darah Perifer Lengkap (DPL) dan Laju Endap Darah ...

dr. Muhammad Hafiz Aini, Sp.PD
2025-11-14
719
Kulit kering yang berlangsung lama atau luka kecil yang sulit sembuh sering kali dianggap hal biasa. Banyak orang mengira hal ini terjadi karena kurang minum, iritasi ringan, atau faktor lingkungan. Padahal, jika kondisi ini terus berulang dan tidak membaik, tubuh mungkin sedang memberi sinyal adanya gangguan metabolik seperti diabetes. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi awal dari masalah kesehatan yang lebih besar.
Menurut International Diabetes Federation (IDF), sekitar 537 juta orang dewasa (usia 20–79 tahun) hidup dengan diabetes di seluruh dunia. Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 783 juta orang pada 2045. Yang lebih mengkhawatirkan, hampir 1 dari 2 orang dewasa dengan diabetes tidak mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit ini.
Secara umum, diabetes dibedakan menjadi dua tipe utama. Diabetes tipe 1 terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin sama sekali, sedangkan diabetes tipe 2 yang merupakan tipe paling umum, berkembang secara perlahan karena tubuh tidak menggunakan insulin secara efektif.
Dalam artikel ini, kita akan membahas perubahan kulit yang dapat muncul akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol, salah satu tanda yang sering luput disadari penderita diabetes. Untuk memastikan seseorang mengalami diabetes, diperlukan pemeriksaan gula darah, seperti gula darah puasa ≥ 126 mg/dL atau gula darah 2 jam setelah makan ≥ 140 mg/dL.
Kulit kering yang tidak membaik, pecah-pecah, atau luka kecil yang lambat sembuh dapat menjadi salah satu tanda gangguan gula darah. Studi menunjukkan bahwa 30–70% pasien diabetes mengalami masalah kulit seperti xerosis, infeksi kulit, serta penyembuhan luka yang melambat.
Kondisi ini disebabkan oleh hiperglikemia kronis yang mengganggu proses alami tubuh seperti regenerasi sel kulit, sirkulasi darah lokal, dan respons imun. Akibatnya, luka menjadi ...

Dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU, FICS
2025-11-19
23663
Batu saluran kemih (BSK) terjadi ketika mineral dan garam mengkristal dalam ginjal atau sepanjang saluran kemih. Berdasarkan lokasinya, batu dapat muncul sebagai batu ginjal, batu ureter, batu kandung kemih, hingga batu uretra. Kondisi ini lebih sering dialami pria usia 30–50 tahun dan bisa menyebabkan nyeri hebat hingga komplikasi serius seperti infeksi dan kerusakan ginjal.
BSK terbentuk dari penumpukan zat seperti kalsium, oksalat, atau asam urat dalam urin. Jika kristalnya kecil, tubuh bisa mengeluarkannya secara alami. Namun ketika ukurannya membesar, batu dapat menyumbat saluran kemih dan memicu nyeri intens.
Beberapa tanda umum meliputi:
Jika gejala ini muncul, segera lakukan pemeriksaan medis untuk mencegah komplikasi.
Deteksi dini membantu memutus risiko kerusakan organ. Pemeriksaan yang umumnya dilakukan meliputi:
Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko BSK antara lain:

dr. Faisal Parlindungan, M.Ked(PD), Sp.PD-KR
2025-11-19
1153
Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun yang kompleks karena memengaruhi banyak sistem tubuh. Manifestasi klinis yang muncul dapat berbeda-beda sehingga disebut juga dengan penyakit “seribu wajah”. Di Asia Pasifik, angka kejadian LES dapat mencapai 4,3–4,53 kasus tiap 100.000 orang per tahunnya. Sementara itu, bersumber dari data poliklinik reumatologi di beberapa rumah sakit Indonesia, kunjungan pasien lupus meningkat dari 17,9–27,2% pada tahun 2015 menjadi 30,3–58% pada tahun 2017.
Angka kejadian lupus lebih sering terjadi pada perempuan berusia muda berkisar antara 15 hingga 45 tahun, dengan rasio perbandingan dengan laki-laki 15:1 hingga 22:1. Individu yang memiliki riwayat keluarga dengan lupus juga memiliki risiko lebih tinggi. Beberapa variasi gejala yang muncul dapat berupa ruam kulit berbentuk kupu-kupu di wajah, nyeri sendi tanpa sebab jelas, cepat lelah, nafsu makan menurun, demam berkepanjangan, serta gangguan ginjal atau pernapasan.Jika mengalami beberapa gejala ini, terutama dalam waktu yang lama, maka pemeriksaan lebih lanjut sangat disarankan untuk mendeteksi lupus sejak dini dan mencegah komplikasi.
Diagnosis LES ditegakkan berdasarkan evaluasi gejala klinis dan pemeriksaan penunjang sesuai kriteria klasifikasi yang ditetapkan oleh American College of Rheumatology (ACR) dan European League Against Rheumatism (EULAR) 2019. Setiap pasien yang dicurigai LES memerlukan pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis, mengetahui keterlibatan organ, dan menentukan derajat aktivitas penyakit. Pemeriksaan meliputi tes laboratorium dasar, autoantibodi, komplemen, dan penilaian morbiditas penyerta, serta pemeriksaan lain yang disesuaikan dengan indikasi tertentu.
Pemeriksaan laboratorium dasar mencakup Darah Perifer Lengkap (DPL) dan Laju Endap Darah ...

dr. Muhammad Hafiz Aini, Sp.PD
2025-11-14
719
Kulit kering yang berlangsung lama atau luka kecil yang sulit sembuh sering kali dianggap hal biasa. Banyak orang mengira hal ini terjadi karena kurang minum, iritasi ringan, atau faktor lingkungan. Padahal, jika kondisi ini terus berulang dan tidak membaik, tubuh mungkin sedang memberi sinyal adanya gangguan metabolik seperti diabetes. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi awal dari masalah kesehatan yang lebih besar.
Menurut International Diabetes Federation (IDF), sekitar 537 juta orang dewasa (usia 20–79 tahun) hidup dengan diabetes di seluruh dunia. Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 783 juta orang pada 2045. Yang lebih mengkhawatirkan, hampir 1 dari 2 orang dewasa dengan diabetes tidak mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit ini.
Secara umum, diabetes dibedakan menjadi dua tipe utama. Diabetes tipe 1 terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin sama sekali, sedangkan diabetes tipe 2 yang merupakan tipe paling umum, berkembang secara perlahan karena tubuh tidak menggunakan insulin secara efektif.
Dalam artikel ini, kita akan membahas perubahan kulit yang dapat muncul akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol, salah satu tanda yang sering luput disadari penderita diabetes. Untuk memastikan seseorang mengalami diabetes, diperlukan pemeriksaan gula darah, seperti gula darah puasa ≥ 126 mg/dL atau gula darah 2 jam setelah makan ≥ 140 mg/dL.
Kulit kering yang tidak membaik, pecah-pecah, atau luka kecil yang lambat sembuh dapat menjadi salah satu tanda gangguan gula darah. Studi menunjukkan bahwa 30–70% pasien diabetes mengalami masalah kulit seperti xerosis, infeksi kulit, serta penyembuhan luka yang melambat.
Kondisi ini disebabkan oleh hiperglikemia kronis yang mengganggu proses alami tubuh seperti regenerasi sel kulit, sirkulasi darah lokal, dan respons imun. Akibatnya, luka menjadi ...
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved