
Subdirektorat Pemasaran, PKRS dan Kemitraan
2025-11-26
514
Aneurisma Otak adalah kondisi di mana dinding pembuluh darah di otak membentuk “benjolan” seperti balon yang disebut aneurisma. Bila aneurisma ini pecah, dapat menyebabkan pendarahan otak yang serius, seringkali mengancam jiwa. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan tepat sangat penting.
Selama ini, untuk menangani aneurisma otak tersedia dua pilihan utama, yaitu operasi terbuka (clipping) dan metode endovaskular. Metode endovaskular terutama coiling telah berkembang pesat dan kini menjadi pilihan utama untuk banyak kasus karena sifatnya yang minimal invasif. Coiling dilakukan tanpa membuka tengkorak; dokter memasukkan kateter kecil melalui pembuluh darah, biasanya dari lipat paha atau pergelangan tangan, untuk membawa kawat coil halus ke dalam aneurisma. Coil kemudian digulung hingga mengisi kantong aneurisma sehingga aliran darah ke dalamnya berhenti, yang bertujuan mencegah risiko pecah dan pendarahan otak.
Terkadang aneurisma otak tidak menunjukkan gejala sampai terjadi pecah, tetapi ada tanda-tanda yang patut diwaspadai, antara lain:
Apabila Anda mengalami salah satu atau lebih gejala di atas, segeralah periksa ke pusat neurologi/perawatan syaraf. Deteksi dini dan tindakan cepat seringkali menyelamatkan nyawa.

Promosi Kesehatan RSUI
2025-11-20
615
Peringatan World Cancer Day pada 4 Februari 2025 kembali menegaskan bahwa kanker masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Berdasarkan Globocan 2024, terdapat lebih dari 19 juta kasus baru kanker dan 9 juta kematian global. Di Indonesia, angka kejadian kanker mencapai 136 per 100.000 penduduk (Kemenkes RI, 2022).
Kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Pada tahun 2020, sekitar 1 juta anak menjadi yatim piatu, dan hampir setengahnya kehilangan ibu akibat kanker serviks. Setiap jam, dua perempuan Indonesia meninggal karena penyakit ini.
Kanker serviks adalah kanker pada leher rahim yang menempati peringkat keempat kanker tersering pada perempuan. Diperkirakan terdapat 604.000 kasus baru dan 342.000 kematian setiap tahun.
Lebih dari 95% kasus disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV), virus yang sangat umum dan ditularkan melalui kontak seksual. Tipe HPV risiko tinggi, terutama HPV 16 dan 18, bertanggung jawab atas >70% kasus kanker serviks di seluruh dunia.
Jenis Vaksin yang Tersedia
Tiga jenis vaksin HPV yang digunakan secara global:
Semua vaksin ini telah terbukti aman dan efektif dalam mencegah infeksi HPV risiko tinggi serta lesi prakanker.
Siapa yang Perlu Mendapatkan Vaksinasi?

dr. Faisal Parlindungan, Sp.PD-KR
2025-11-20
2276
Osteoporosis adalah penyakit yang sering tidak disadari hingga terjadi patah tulang. Kondisi ini muncul ketika tulang menjadi lemah dan rapuh akibat hilangnya massa tulang lebih cepat dibanding kemampuan tubuh untuk menggantikannya. Akibatnya, kepadatan tulang menurun dan risiko patah tulang meningkat.
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko osteoporosis, mulai dari genetik, gaya hidup, hingga kondisi medis tertentu.
Osteoporosis dikenal sebagai “silent disease” karena sering tidak menimbulkan gejala apa pun sampai terjadi patah tulang. Namun, ada tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai, antara lain:

Subdirektorat Pemasaran, PKRS dan Kemitraan
2025-11-26
514
Aneurisma Otak adalah kondisi di mana dinding pembuluh darah di otak membentuk “benjolan” seperti balon yang disebut aneurisma. Bila aneurisma ini pecah, dapat menyebabkan pendarahan otak yang serius, seringkali mengancam jiwa. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan tepat sangat penting.
Selama ini, untuk menangani aneurisma otak tersedia dua pilihan utama, yaitu operasi terbuka (clipping) dan metode endovaskular. Metode endovaskular terutama coiling telah berkembang pesat dan kini menjadi pilihan utama untuk banyak kasus karena sifatnya yang minimal invasif. Coiling dilakukan tanpa membuka tengkorak; dokter memasukkan kateter kecil melalui pembuluh darah, biasanya dari lipat paha atau pergelangan tangan, untuk membawa kawat coil halus ke dalam aneurisma. Coil kemudian digulung hingga mengisi kantong aneurisma sehingga aliran darah ke dalamnya berhenti, yang bertujuan mencegah risiko pecah dan pendarahan otak.
Terkadang aneurisma otak tidak menunjukkan gejala sampai terjadi pecah, tetapi ada tanda-tanda yang patut diwaspadai, antara lain:
Apabila Anda mengalami salah satu atau lebih gejala di atas, segeralah periksa ke pusat neurologi/perawatan syaraf. Deteksi dini dan tindakan cepat seringkali menyelamatkan nyawa.

Promosi Kesehatan RSUI
2025-11-20
615
Peringatan World Cancer Day pada 4 Februari 2025 kembali menegaskan bahwa kanker masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Berdasarkan Globocan 2024, terdapat lebih dari 19 juta kasus baru kanker dan 9 juta kematian global. Di Indonesia, angka kejadian kanker mencapai 136 per 100.000 penduduk (Kemenkes RI, 2022).
Kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Pada tahun 2020, sekitar 1 juta anak menjadi yatim piatu, dan hampir setengahnya kehilangan ibu akibat kanker serviks. Setiap jam, dua perempuan Indonesia meninggal karena penyakit ini.
Kanker serviks adalah kanker pada leher rahim yang menempati peringkat keempat kanker tersering pada perempuan. Diperkirakan terdapat 604.000 kasus baru dan 342.000 kematian setiap tahun.
Lebih dari 95% kasus disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV), virus yang sangat umum dan ditularkan melalui kontak seksual. Tipe HPV risiko tinggi, terutama HPV 16 dan 18, bertanggung jawab atas >70% kasus kanker serviks di seluruh dunia.
Jenis Vaksin yang Tersedia
Tiga jenis vaksin HPV yang digunakan secara global:
Semua vaksin ini telah terbukti aman dan efektif dalam mencegah infeksi HPV risiko tinggi serta lesi prakanker.
Siapa yang Perlu Mendapatkan Vaksinasi?

dr. Faisal Parlindungan, Sp.PD-KR
2025-11-20
2276
Osteoporosis adalah penyakit yang sering tidak disadari hingga terjadi patah tulang. Kondisi ini muncul ketika tulang menjadi lemah dan rapuh akibat hilangnya massa tulang lebih cepat dibanding kemampuan tubuh untuk menggantikannya. Akibatnya, kepadatan tulang menurun dan risiko patah tulang meningkat.
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko osteoporosis, mulai dari genetik, gaya hidup, hingga kondisi medis tertentu.
Osteoporosis dikenal sebagai “silent disease” karena sering tidak menimbulkan gejala apa pun sampai terjadi patah tulang. Namun, ada tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai, antara lain:
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved