Artikel Kesehatan

Asam Lambung Naik Tanpa Luka? Begini Cara Mengatasinya dengan Aman

Promosi Kesehatan

2025-12-05

545

Asam Lambung Naik Tanpa Luka? Begini Cara Mengatasinya dengan Aman

Banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada setelah makan, terutama ketika berbaring atau bersiap untuk tidur. Kondisi ini sering dianggap ringan, tetapi dapat menjadi tanda gangguan asam lambung. Salah satu bentuk gangguan yang banyak dialami adalah GERD, bahkan dapat terjadi meskipun tidak ditemukan luka pada kerongkongan.

Apa Itu GERD Tanpa Luka?

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi ketika asam lambung berulang kali naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan keluhan, seperti panas di dada (heartburn) atau rasa asam yang naik ke mulut (regurgitasi).

Pada sebagian penderita, hasil pemeriksaan endoskopi tidak menunjukkan adanya luka atau kerusakan pada dinding kerongkongan. Kondisi ini dikenal sebagai Non-Erosive Reflux Disease (NERD) atau GERD tanpa erosi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa NERD dapat mencapai 50–70% dari seluruh kasus GERD. Meskipun tidak tampak luka, gejala dapat berlangsung sama intensnya dan menurunkan kualitas hidup pasien.

Yuk, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan

Gejala GERD tanpa luka bisa muncul dalam bentuk yang cukup “halus” dan sering dianggap remeh. Beberapa di antaranya:

  1. Sensasi panas di dada atau tenggorokan setelah makan atau saat berbaring
  2. Regurgitasi makanan atau cairan asam ke mulut
  3. Rasa nyeri atau tidak nyaman di dada yang bisa salah dikira masalah jantung
  4. Batuk kronis, suara serak, atau tenggorokan terasa gatal (terutama di pagi hari)

Mengapa Asam Lambung Naik Tanpa Luka dan Bagaimana Gaya Hidup Berpengaruh?

Salah satu penyebab utama GERD adalah gangguan pada katup antara kerongkongan dan lambung (lower esophageal sphincter/LES). Ketika katup tidak menutup dengan baik, asam lambung dapat kembali naik ke kerongkongan.

Beberapa faktor risiko yang turut memengaruhi antara lain:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Konsumsi ma...

Kulit Keras dan Kaku: Apakah Sklerosis Sistemik?

dr. Faisal Parlindungan, M.Ked(PD), Sp.PD-KR

2025-12-04

329

Kulit Keras dan Kaku: Apakah Sklerosis Sistemik?

Kondisi kulit keras dan kaku, apakah kondisi ini wajar?

Kondisi kulit keras dan kaku merupakan salah satu kondisi untuk kita curiga kearah penyakit yang namanya sklerosis sistemik. Kenapa? karena normalnya kulit seseorang akan lentur dan tidak keras apalagi kaku. Jadi, bila Anda mengalami kondisi ini, jangan abaikan! Bisa saja Anda terkena sklerosis sistemik. Kita akan bahas lebih lanjut.

Apa itu sklerosis sistemik?

Sklerosis sistemik atau disebut juga dengan skleroderma adalah penyakit autoimun yang menyebabkan jaringan normal tubuh digantikan oleh jaringan ikat kronis yang melibatkan kulit dan organ dalam. Karena tergantikan oleh jaringan ikat yang kaku, kulit yang awalnya lentur akan berubah menjadi kaku dan keras.

Tanda dan gejala lain yang bisa muncul berupa: penebalan kulit jari-jari tangan dan kaki, perubahan warna kulit dan timbul bercak menjadi lebih hitam atau lebih pucat. Sklerosis sistemik tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga organ dalam seperti pembuluh darah, otot sistem pencernaan, otot jantung, dan ginjal. Jadi gejala lain yang menyertai meliputi: peningkatan tekanan darah, kesulitan menelan makanan (bila mengenai sistem pencernaan), dan tanda khas lainnya yang menunjukkan keterlibatan jantung, paru, dan ginjal.

Perempuan memiliki prevalensi dan insidensi lima kali lebih tinggi dari laki-laki, namun di Indonesia belum banyak ditemukan. Usia puncak onset penyakit di Indonesia adalah sekitar 30-40 tahun.

Apa yang harus dilakukan?

Jika memiliki gejala kulit keras dan kaku, maka sangat penting untuk segera memeriksakan diri untuk deteksi dini penyakit sklerosis sistemik. Diagnosis penyakit ini menggunakan kriteria American College of Rheumatology sehingga penting konsultasi ke ahli reumatologi untuk konfirmasi diagnosis dan tatalaksana yang komprehensif.

Apa bahayanya bila kondisi ini diabaikan?

Keparahan penyakit sa...

Sulit Mengunyah atau Berbicara? Perbaiki Fungsi dan Estetika Wajah dengan Bedah Ortognatik

Subdirektorat Pemasaran, PKRS dan Kemitraan

2025-11-26

356

Sulit Mengunyah atau Berbicara? Perbaiki Fungsi dan Estetika Wajah dengan Bedah Ortognatik

Apa itu Ortognatik?

Bedah ortognatik adalah tindakan pembedahan tulang rahang yang dilakukan oleh dokter gigi spesialis bedah mulut maksilofasial untuk memanipulasi kondisi dan posisi tulang rahang. Tindakan ini merupakan salah satu bagian dari pembedahan area wajah dengan tujuan meningkatkan fungsi pengunyahan dan penampilan pasien. Umumnya, tindakan ini dapat dilakukan hanya pada orang yang sudah berhenti masa pertumbuhan rahangnya, yaitu sekitar usia 18-21 tahun. Hingga saat ini, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa bedah ortognatik hanya bertujuan untuk estetika. Meski demikian, pada kenyataannya, tujuan utama tindakan ini adalah peningkatan kualitas hidup pasien.

Tanda-tanda Kecil yang Bisa Jadi Butuh Bedah Ortognatik

  1. Rahang atas dan bawah tidak sejajar
  2. Sulit menyunyah atau menggigit makanan dengan benar
  3. Gangguan bicara atau sering tergigit lidah
  4. Wajah tampak tidak proporsional
  5. Nyeri sendi rahang (nyeri TMJ)

Gimana sih Proses Bedah Ortognatik? Yuk lihat langkahnya satu per satu

  1. Konsultasi & Pemeriksaan Lengkap- foto wajah, CT scan, analisis rahang
  2. Rencana Perawatan bersama dokter bedah mulut dan ortodontis
  3. Perawatan Ortodonti (behel) sebelum operasi
  4. Operasi ortognatik untuk reposisi rahang
  5. Pemulihan dan Kontrol rutin hingga fungsi stabil dan bentuk wajah optimal

Layanan Ortognatik di RSUI

RSUI Depok menyediakan layanan bedah ortognatik yang ditangani oleh tim dokter bedah mulut dan ortodonti berpengalaman. Pemeriksaan dan analisis wajah serta rahang dilakukan menggunakan teknologi modern untuk memastikan perencanaan yang akurat dan hasil yang presisi. Pendekatan yang digunakan bersifat komprehensif, mulai dari konsultasi awal hingga tahap pemulihan, sehingga setiap pasien mendapatkan penangan...

Informasi Pasien dan Pengunjung

Ayo Terhubung Dengan Kami,

RSUI Logo

Jl. Prof. DR. Bahder Djohan, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424

© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved