
Promosi Kesehatan (Anggi Septiana)
2026-01-29
5357
Rasa panas di dada, perih di ulu hati, atau sensasi terbakar sering dianggap sebagai keluhan asam lambung atau GERD. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa gejala tersebut juga bisa menyerupai tanda penyakit jantung. Jika tidak dikenali sejak awal, kondisi ini dapat menyebabkan keterlambatan penanganan yang berdampak serius. Oleh karena itu, memahami perbedaan gejala dan melakukan pemeriksaan risiko sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung.
Nyeri dada adalah salah satu alasan tersering pasien datang ke IGD, dan penyebabnya bisa sangat beragam: mulai dari gangguan saluran cerna sampai penyakit jantung koroner. Jadi, tebak-tebakan jelas bukan strategi kesehatan.
GERD terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan akibat gangguan katup esofagus bawah. Gejalanya meliputi:
Sementara itu, nyeri dada akibat gangguan jantung biasanya terasa seperti:
Masalahnya? Presentasi klinis bisa tumpang tindih. Studi menunjukkan bahwa sebagian pasien penyakit jantung koroner datang dengan keluhan yang menyerupai gangguan lambung. Inilah kenapa “ngerasa cuma maag” bisa jadi jebakan.
Dalam dunia medis, dokter menilai risiko awal penyakit jantung menggunakan konsep pre-test probability, berdasarkan usia, jenis kelamin, dan karakter nyeri dada.
Secara umum:

Ayunthaya Wiharrani, S.Gz., Dietisien dan Alya Dwi Rahmadani
2026-01-26
3892
Masalah gizi masih menjadi tantangan besar di Indonesia dan mencerminkan beban gizi ganda. Berdasarkan SKI 2023, 69,4% penduduk usia ≥10 tahun memiliki pengetahuan yang benar tentang stunting, namun pemahaman dampaknya masih terbatas, di mana hanya 21,8% mengetahui risiko stunting terhadap penyakit tidak menular (PTM)di usia dewasa.
Pada penduduk dewasa, 7,8% masih mengalami gizi kurang, sementara 14,4% tergolong overweight dan 23,4% mengalami obesitas. Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi kekurangan dan kelebihan gizi secara bersamaan yang berkontribusi pada meningkatnya risiko PTM dan berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Pola makan tidak seimbang, konsumsi makanan cepat saji, serta kurangnya pemahaman tentang gizi membuat risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan penyakit jantung semakin tinggi. Dalam memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) di Indonesia yang diperingati setiap 25 Januari, masyarakat diajak untuk kembali menyadari pentingnya gizi seimbang sebagai dasar terciptanya kualitas hidup yang lebih baik.
Gizi bukan sekadar tentang makanan cukup, melainkan berkaitan dengan kualitas makanan yang dikonsumsi dan dampaknya bagi tubuh, sementara itu Nutrisi adalah proses ketika tubuh menerima dan memanfaatkan zat gizi dari makanan untuk pertumbuhan, fungsi organ, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Zat gizi yang dibutuhkan tubuh dibagi menjadi dua kelompok utama:

dr. Mufqi Handaru Priyanto, Sp.DV dan Alya Dwi Rahmadani
2026-01-26
358
Hari Kusta Sedunia diperingati setiap minggu terakhir bulan Januari sebagai momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kusta. Peringatan ini menekankan bahwa kusta bukan hanya persoalan medis, tetapi juga masalah sosial yang erat kaitannya dengan stigma dan diskriminasi terhadap penderitanya. Meskipun kusta merupakan penyakit yang dapat disembuhkan melalui pengobatan yang teratur, hingga saat ini kusta masih ditemukan di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan data tahun 2023, Indonesia menduduki peringkat ke-3 negara dengan beban kusta terbesar di dunia setelah India dan Brazil. Kondisi ini menunjukkan bahwa kusta masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia.
Kusta atau penyakit Hansen adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini terutama menyerang kulit dan saraf tepi, serta dapat mengenai mukosa saluran pernapasan atas dan mata. Kusta bukan penyakit keturunan dan tidak mudah menular melalui kontak biasa. Dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, kusta dapat disembuhkan dan kecacatan dapat dicegah.
Beberapa tanda dan gejala kusta yang perlu dikenali sejak dini antara lain:
Pengenalan gejala kusta sejak awal sangat penting agar pengobatan dapat segera dimulai dan komplikasi dapat dicegah.
Kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Penularan terjadi melalui percikan droplet dari hidung atau mulut penderita kusta yang belum mendapatkan pengobatan, setelah kontak erat dan berlangsung dalam waktu lama. Pend...

Promosi Kesehatan (Anggi Septiana)
2026-01-29
5357
Rasa panas di dada, perih di ulu hati, atau sensasi terbakar sering dianggap sebagai keluhan asam lambung atau GERD. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa gejala tersebut juga bisa menyerupai tanda penyakit jantung. Jika tidak dikenali sejak awal, kondisi ini dapat menyebabkan keterlambatan penanganan yang berdampak serius. Oleh karena itu, memahami perbedaan gejala dan melakukan pemeriksaan risiko sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung.
Nyeri dada adalah salah satu alasan tersering pasien datang ke IGD, dan penyebabnya bisa sangat beragam: mulai dari gangguan saluran cerna sampai penyakit jantung koroner. Jadi, tebak-tebakan jelas bukan strategi kesehatan.
GERD terjadi saat asam lambung naik ke kerongkongan akibat gangguan katup esofagus bawah. Gejalanya meliputi:
Sementara itu, nyeri dada akibat gangguan jantung biasanya terasa seperti:
Masalahnya? Presentasi klinis bisa tumpang tindih. Studi menunjukkan bahwa sebagian pasien penyakit jantung koroner datang dengan keluhan yang menyerupai gangguan lambung. Inilah kenapa “ngerasa cuma maag” bisa jadi jebakan.
Dalam dunia medis, dokter menilai risiko awal penyakit jantung menggunakan konsep pre-test probability, berdasarkan usia, jenis kelamin, dan karakter nyeri dada.
Secara umum:

Ayunthaya Wiharrani, S.Gz., Dietisien dan Alya Dwi Rahmadani
2026-01-26
3892
Masalah gizi masih menjadi tantangan besar di Indonesia dan mencerminkan beban gizi ganda. Berdasarkan SKI 2023, 69,4% penduduk usia ≥10 tahun memiliki pengetahuan yang benar tentang stunting, namun pemahaman dampaknya masih terbatas, di mana hanya 21,8% mengetahui risiko stunting terhadap penyakit tidak menular (PTM)di usia dewasa.
Pada penduduk dewasa, 7,8% masih mengalami gizi kurang, sementara 14,4% tergolong overweight dan 23,4% mengalami obesitas. Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi kekurangan dan kelebihan gizi secara bersamaan yang berkontribusi pada meningkatnya risiko PTM dan berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Pola makan tidak seimbang, konsumsi makanan cepat saji, serta kurangnya pemahaman tentang gizi membuat risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan penyakit jantung semakin tinggi. Dalam memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) di Indonesia yang diperingati setiap 25 Januari, masyarakat diajak untuk kembali menyadari pentingnya gizi seimbang sebagai dasar terciptanya kualitas hidup yang lebih baik.
Gizi bukan sekadar tentang makanan cukup, melainkan berkaitan dengan kualitas makanan yang dikonsumsi dan dampaknya bagi tubuh, sementara itu Nutrisi adalah proses ketika tubuh menerima dan memanfaatkan zat gizi dari makanan untuk pertumbuhan, fungsi organ, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Zat gizi yang dibutuhkan tubuh dibagi menjadi dua kelompok utama:

dr. Mufqi Handaru Priyanto, Sp.DV dan Alya Dwi Rahmadani
2026-01-26
358
Hari Kusta Sedunia diperingati setiap minggu terakhir bulan Januari sebagai momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kusta. Peringatan ini menekankan bahwa kusta bukan hanya persoalan medis, tetapi juga masalah sosial yang erat kaitannya dengan stigma dan diskriminasi terhadap penderitanya. Meskipun kusta merupakan penyakit yang dapat disembuhkan melalui pengobatan yang teratur, hingga saat ini kusta masih ditemukan di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan data tahun 2023, Indonesia menduduki peringkat ke-3 negara dengan beban kusta terbesar di dunia setelah India dan Brazil. Kondisi ini menunjukkan bahwa kusta masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia.
Kusta atau penyakit Hansen adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini terutama menyerang kulit dan saraf tepi, serta dapat mengenai mukosa saluran pernapasan atas dan mata. Kusta bukan penyakit keturunan dan tidak mudah menular melalui kontak biasa. Dengan diagnosis dini dan pengobatan yang tepat, kusta dapat disembuhkan dan kecacatan dapat dicegah.
Beberapa tanda dan gejala kusta yang perlu dikenali sejak dini antara lain:
Pengenalan gejala kusta sejak awal sangat penting agar pengobatan dapat segera dimulai dan komplikasi dapat dicegah.
Kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Penularan terjadi melalui percikan droplet dari hidung atau mulut penderita kusta yang belum mendapatkan pengobatan, setelah kontak erat dan berlangsung dalam waktu lama. Pend...
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved