Artikel Kesehatan

Empati dalam Pelayanan Kesehatan: Mengapa Penting bagi Proses Penyembuhan Pasien

Promosi Kesehatan (Arazzy Shafa Nirwasta)

2026-02-19

3468

Empati dalam Pelayanan Kesehatan: Mengapa Penting bagi Proses Penyembuhan Pasien

Setiap tanggal 11 Februari diperingati sebagai Hari Orang Sakit Sedunia. Momentum ini menegaskan bahwa layanan kesehatan berkualitas tidak hanya bergantung pada obat dan prosedur medis, tetapi juga pada empati, dukungan emosional, serta perhatian yang tulus. Pendekatan yang manusiawi terbukti berperan penting dalam proses penyembuhan pasien.

Apa Itu Hari Orang Sakit Sedunia?

Hari Orang Sakit Sedunia dicetuskan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1992 sebagai bentuk kepedulian terhadap individu yang sedang menderita sakit. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran global mengenai pentingnya pendampingan, doa, pelayanan kesehatan yang manusiawi, serta penguatan sistem kesehatan yang berorientasi pada pasien.

Peran Empati dalam Proses Penyembuhan

Empati dan dukungan psikologis memiliki dampak nyata terhadap proses pemulihan. Lingkungan perawatan yang penuh perhatian dapat:

  • meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan
  • membantu mengurangi kecemasan dan stres
  • mempercepat proses pemulihan
  • membuat pasien merasa dihargai dan tidak sendirian

Pendekatan berbasis empati menjadi bagian penting dari layanan kesehatan modern yang berfokus pada kebutuhan pasien secara menyeluruh.

Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Mendukung Pasien

Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar merupakan bagian integral dari proses penyembuhan. Bentuk dukungan dapat berupa:

  • mendengarkan keluhan pasien
  • membantu aktivitas sehari-hari
  • mendampingi konsultasi medis
  • memberikan dukungan moral

Perhatian sederhana dapat memberikan kekuatan emosional yang signifikan bagi pasien dalam menghadapi masa sulit.

Layanan Holistik di Rumah Sakit Universitas Indonesia

Sebagai rumah sakit pendidikan, RSUI menerapkan pendekatan patient-centered care. Layanan tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mencakup dukungan fisik, emosional, da...

Sakit Gigi yang Terasa Sampai Kepala: Waspadai Radang Saraf Gigi

Jihan Shabila Ramadhan dan Nada Aliyatunnisa

2026-02-09

3951

Sakit Gigi yang Terasa Sampai Kepala: Waspadai Radang Saraf Gigi

Sakit gigi bukan cuma soal ngilu biasa. Kalau rasa nyerinya tajam, berdenyut, bahkan terasa sampai kepala, rahang, atau telinga, bisa jadi itu tanda radang saraf gigi (pulpitis). Kondisi ini perlu perhatian serius karena bisa berujung pada perawatan gigi yang lebih kompleks bila terlambat ditangani.

Apa Itu Pulpitis?

Pulpitis adalah peradangan pada jaringan pulpa gigi, yaitu bagian terdalam gigi yang berisi saraf, pembuluh darah, dan jaringan ikat, baik di mahkota (korona) maupun akar gigi.

Penyebab paling umum pulpitis adalah karies gigi yang sudah dalam atau trauma pada gigi, sehingga bakteri dapat masuk hingga ke jaringan pulpa. Kondisi ini dapat menimbulkan:

  • Nyeri tajam dan berdenyut
  • Nyeri yang muncul spontan
  • Rasa sakit yang menetap dan sulit hilang
  • Nyeri yang menjalar ke rahang, telinga, hingga kepala

Jika tidak ditangani dengan baik, pulpitis dapat berkembang menjadi pulpitis irreversible, yaitu kondisi ketika jaringan pulpa tidak dapat pulih kembali. Akibatnya, dapat terjadi kematian jaringan pulpa (nekrosis) yang memerlukan perawatan saluran akar atau bahkan pencabutan gigi.

Nyeri Gigi Biasa vs Pulpitis: Apa Bedanya?

Membedakan nyeri gigi ringan dengan nyeri akibat pulpitis sangat penting agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat.

Ciri Nyeri Gigi Ringan

  • Nyeri muncul saat ada rangsangan, seperti makanan panas, dingin, atau saat mengunyah
  • Rasa nyeri menghilang setelah rangsangan berhenti
  • Umumnya disebabkan oleh karies superfisial, gigi sensitif, atau tambalan longgar
  • Nyeri bersifat lokal dan biasanya bisa ditangani dengan perawatan sederhana atau obat pereda nyeri ringan

Ciri Nyeri Akibat Pulpitis

  • Nyeri muncul spontan tanpa rangsangan yang jelas, sering kali lebih terasa pada malam hari
  • Nyeri bersifat menetap, berdenyut, dan ...

Hari Kanker Sedunia: Tingkatkan Kesadaran, Pencegahan, dan Pengendalian Kanker

Promosi Kesehatan (Alya Dwi Rahmadani)

2026-02-09

2516

Hari Kanker Sedunia: Tingkatkan Kesadaran, Pencegahan, dan Pengendalian Kanker

Setiap tanggal 4 Februari, dunia memperingati Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran, mendorong pencegahan, serta memperkuat upaya pengendalian kanker. Peringatan ini juga menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mengurangi beban kanker melalui upaya promotif, preventif, dan kolaboratif.

Kanker sebagai Masalah Kesehatan Global

Kanker merupakan istilah umum untuk sekelompok besar penyakit yang ditandai oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali, mampu menyerang jaringan sekitar, serta menyebar ke organ lain. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia.

Secara global, kanker menyebabkan hampir 10 juta kematian pada tahun 2020. Jenis kanker yang paling banyak ditemukan meliputi kanker payudara, paru, kolorektal, prostat, kulit non-melanoma, dan lambung.

Dampak kanker tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa. Setiap tahunnya, terdapat sekitar 400.000 kasus baru kanker pada anak di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan bahwa kanker bukan hanya masalah individu, melainkan tantangan besar bagi sistem kesehatan global.

Situasi Kanker di Kawasan Asia Tenggara

Di kawasan Asia Tenggara, kanker menjadi beban kesehatan yang terus meningkat. Berdasarkan data WHO, pada tahun 2022 tercatat sekitar 2,4 juta kasus baru kanker, termasuk 56.000 kasus kanker pada anak, serta 1,5 juta kematian akibat kanker.

Wilayah ini memiliki angka tertinggi untuk kanker bibir dan rongga mulut, kanker serviks, serta kanker anak dibandingkan kawasan WHO lainnya. Bahkan, diperkirakan pada tahun 2050 akan terjadi peningkatan hingga 85% pada jumlah kasus dan kematian akibat kanker di Asia Tenggara.

Faktor Risiko dan Penyebab Kanker

Kanker terjadi akibat interaksi antara faktor genetik dan paparan agen karsinogenik dari lingkungan. Beberapa faktor risiko utama kanker meliputi...

Informasi Pasien dan Pengunjung

Ayo Terhubung Dengan Kami,

RSUI Logo

Jl. Prof. DR. Bahder Djohan, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424

© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved