
Promosi Kesehatan (Nasira Aaliya Noreen)
2026-03-05
19742
Masa remaja adalah fase transisi yang penuh perubahan fisik, emosional, dan sosial. Di periode ini, remaja mulai menghadapi tekanan akademik, dinamika pertemanan, hingga tuntutan untuk menemukan jati diri. Tidak sedikit yang terlihat “baik-baik saja”, tetapi sebenarnya sedang berjuang dengan kondisi mentalnya.
Data global menunjukkan sekitar 1 dari 7 remaja mengalami masalah kesehatan mental. Sayangnya, kondisi ini sering dianggap sekadar “fase remaja” atau perubahan emosi biasa. Padahal, jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan kesehatan mental pada remaja dapat berdampak serius terhadap tumbuh kembang, prestasi belajar, hingga kualitas hidup di masa depan.
Krisis kesehatan mental remaja dan pelajar adalah kondisi ketika tekanan psikologis sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti belajar, bersosialisasi, dan mengelola emosi.
Beberapa bentuk masalah kesehatan mental yang sering dialami remaja antara lain:
Berbeda dengan naik-turun emosi yang wajar terjadi saat pubertas, krisis kesehatan mental biasanya berlangsung lebih lama, intensitasnya meningkat, dan tidak membaik tanpa bantuan profesional.
Orang tua dan guru perlu mengenali tanda-tanda awal berikut:
Jika gejala berlangsung terus-menerus dan mengganggu aktivitas harian, kondisi ini sebaiknya segera dikonsultasikan.
Masalah kes...

Khazim Firmansyah Paripurno, S.Gz. dan Ayunthaya Wiharrani S.Gz., Dietisien
2026-03-05
19906
Ultra Processed Food (UPF) adalah makanan atau minuman yang melalui proses industri panjang serta mengandung banyak bahan tambahan pangan (BTP).
Menurut definisi yang dirujuk oleh World Health Organization (2009), UPF merupakan produk yang diproses secara intensif dan umumnya mengandung:
Proses ini membuat makanan menjadi lebih awet, praktis, dan terasa sangat lezat. Namun, di balik kemudahan tersebut, sering kali terjadi penurunan bahkan hilangnya kandungan gizi alami.
Beberapa contoh UPF yang sering dikonsumsi sehari-hari:
Karakteristik utamanya:

dr. Muhammad Hafiz Aini, Sp.PD dan Nida Nafilah
2026-03-03
19729
Nyeri ulu hati, dada terasa panas, mual, atau mulut pahit sering langsung dilabeli sebagai “maag biasa”. Padahal, keluhan tersebut bisa mengarah ke kondisi yang berbeda, mulai dari dispepsia (maag), gastritis (radang lambung), hingga GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).
Sekilas gejalanya mirip, tapi mekanismenya beda. Penanganannya pun tidak sama. Memahami perbedaannya penting agar tidak salah kaprah dan terlambat mendapatkan terapi yang tepat.
Secara medis, maag dikenal sebagai dispepsia. Ini bukan satu penyakit spesifik, melainkan kumpulan gejala di perut bagian atas, seperti:
Menurut edukasi yang disampaikan oleh dr. Muhammad Hafiz Aini, Sp.PD, dispepsia sering berkaitan dengan asam lambung, tetapi belum tentu disertai kerusakan pada dinding lambung.
Artinya, keluhan bisa terasa mengganggu, namun belum tentu ada peradangan atau luka yang terlihat pada lambung.
Berbeda dari maag, gastritis adalah peradangan pada dinding lambung. Pada kondisi yang lebih berat, peradangan dapat menyebabkan luka hingga perdarahan lambung.
Tanda bahaya gastritis yang perlu diwaspadai antara lain:
Jika gejala ini muncul, pemeriksaan medis tidak boleh ditunda.
Maag yang berlangsung lama dan tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi gastritis. Karena itu, keluhan yang berulang atau memburuk perlu dievaluasi lebih lanjut oleh dokter.
Untuk memastikan adanya peradangan atau luka pada lambung, dokter dapat merekomendasikan endoskopi saluran cerna atas atau esofagogastroduodenoskopi (EGD).
Melalui prosedur ini, dokter dapat melihat langsung kondisi...

Promosi Kesehatan (Nasira Aaliya Noreen)
2026-03-05
19742
Masa remaja adalah fase transisi yang penuh perubahan fisik, emosional, dan sosial. Di periode ini, remaja mulai menghadapi tekanan akademik, dinamika pertemanan, hingga tuntutan untuk menemukan jati diri. Tidak sedikit yang terlihat “baik-baik saja”, tetapi sebenarnya sedang berjuang dengan kondisi mentalnya.
Data global menunjukkan sekitar 1 dari 7 remaja mengalami masalah kesehatan mental. Sayangnya, kondisi ini sering dianggap sekadar “fase remaja” atau perubahan emosi biasa. Padahal, jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan kesehatan mental pada remaja dapat berdampak serius terhadap tumbuh kembang, prestasi belajar, hingga kualitas hidup di masa depan.
Krisis kesehatan mental remaja dan pelajar adalah kondisi ketika tekanan psikologis sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti belajar, bersosialisasi, dan mengelola emosi.
Beberapa bentuk masalah kesehatan mental yang sering dialami remaja antara lain:
Berbeda dengan naik-turun emosi yang wajar terjadi saat pubertas, krisis kesehatan mental biasanya berlangsung lebih lama, intensitasnya meningkat, dan tidak membaik tanpa bantuan profesional.
Orang tua dan guru perlu mengenali tanda-tanda awal berikut:
Jika gejala berlangsung terus-menerus dan mengganggu aktivitas harian, kondisi ini sebaiknya segera dikonsultasikan.
Masalah kes...

Khazim Firmansyah Paripurno, S.Gz. dan Ayunthaya Wiharrani S.Gz., Dietisien
2026-03-05
19906
Ultra Processed Food (UPF) adalah makanan atau minuman yang melalui proses industri panjang serta mengandung banyak bahan tambahan pangan (BTP).
Menurut definisi yang dirujuk oleh World Health Organization (2009), UPF merupakan produk yang diproses secara intensif dan umumnya mengandung:
Proses ini membuat makanan menjadi lebih awet, praktis, dan terasa sangat lezat. Namun, di balik kemudahan tersebut, sering kali terjadi penurunan bahkan hilangnya kandungan gizi alami.
Beberapa contoh UPF yang sering dikonsumsi sehari-hari:
Karakteristik utamanya:

dr. Muhammad Hafiz Aini, Sp.PD dan Nida Nafilah
2026-03-03
19729
Nyeri ulu hati, dada terasa panas, mual, atau mulut pahit sering langsung dilabeli sebagai “maag biasa”. Padahal, keluhan tersebut bisa mengarah ke kondisi yang berbeda, mulai dari dispepsia (maag), gastritis (radang lambung), hingga GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).
Sekilas gejalanya mirip, tapi mekanismenya beda. Penanganannya pun tidak sama. Memahami perbedaannya penting agar tidak salah kaprah dan terlambat mendapatkan terapi yang tepat.
Secara medis, maag dikenal sebagai dispepsia. Ini bukan satu penyakit spesifik, melainkan kumpulan gejala di perut bagian atas, seperti:
Menurut edukasi yang disampaikan oleh dr. Muhammad Hafiz Aini, Sp.PD, dispepsia sering berkaitan dengan asam lambung, tetapi belum tentu disertai kerusakan pada dinding lambung.
Artinya, keluhan bisa terasa mengganggu, namun belum tentu ada peradangan atau luka yang terlihat pada lambung.
Berbeda dari maag, gastritis adalah peradangan pada dinding lambung. Pada kondisi yang lebih berat, peradangan dapat menyebabkan luka hingga perdarahan lambung.
Tanda bahaya gastritis yang perlu diwaspadai antara lain:
Jika gejala ini muncul, pemeriksaan medis tidak boleh ditunda.
Maag yang berlangsung lama dan tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi gastritis. Karena itu, keluhan yang berulang atau memburuk perlu dievaluasi lebih lanjut oleh dokter.
Untuk memastikan adanya peradangan atau luka pada lambung, dokter dapat merekomendasikan endoskopi saluran cerna atas atau esofagogastroduodenoskopi (EGD).
Melalui prosedur ini, dokter dapat melihat langsung kondisi...
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved