
dr. Muhammad Hafidz Aini, Sp.PD, Siti Nur Latifah, SKM
2019-12-18
18721
Gigitan Ular Berbisa
Sahabat RSUI, saat ini masyarakat di berbagai daerah di Indonesia digegerkan dengan kemunculan banyak ular kobra di sekitar rumah dan lingkungan warga. Kemunculan ular kobra yang sekaligus ini membuat keresahan pada masyarakat sekitar terutama di daerah Jabodetabek. Kemuculan ini diduga karena bertepatan pada musim bertelur ular kobra. Ular kobra merupakan ular berbisa dan dapat menyebabkan komplikasi yang fatal bila tergigit oleh ular kobra tersebut. Ular kobra memiliki racun dalam gigitan yang dapat melumpuhkan saraf dan otot mangsa. Beberapa pekan terakhir, telah terdapat laporan kasus mengenai korban gigitan ular. Oleh karena itu, masyarakat di himbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Gigitan ular berbisa di dunia telah memakan korban hingga 4,5 juta orang setiap tahun. Jumlah tersebut mengakibatkan luka serius pada 2,7 juta pada penderita dan sekitar 125 ribu nyawa meninggal oleh karena gigitan tersebut. WHO telah mengumumkan bahwa gigitan ular beracun merupakan kasus tertinggi kategori neglected tropical disease (NTD). Dari data yang didapatkan bahwa dalam 5 tahun terakhir terdapat 135.000 kasus gigitan ular pertahun di Indonesia. Terdapat sekitar lebih dari 2000 spesies ular di dunia dan sekitar 200 spesies yang berbisa dimana Indonesia merupakan habitat untuk banyak spesies ular berbisa.
Apa Saja Gejala dan Tanda Gigitan Ular Berbisa?
Gejala dan tanda dari gigitan ular dapat bervariasi dari ringan hingga fatal seperti kematian. Gejala dan tanda gigitan ular dapat berupa tanda lokal dan tanda sistemik (kerusakan organ). Tanda dan gejala lokal yaitu:
Sedangkan gejala sistemik, menunjukan telah terjadi kerusakan yang lebih berat mel...

Rumah Sakit Universitas Indonesia
2019-01-23
126482
Jika Anda mengalami nyeri pinggang, maka Anda tidaklah sendirian. Nyeri pinggang adalah keluhan yang sering dialami oleh setiap orang. Sekitar 80% orang pasti pernah mengalami nyeri pinggang di dalam hidupnya. Pinggang adalah bagian tubuh yang tersusun atas tulang belakang (lumbar), ligamen, tendon, dan juga otot-otot pinggang. Banyak penyebab dibalik nyeri pinggang ini, seperti masalah tulang dan otot, degenerasi diskus intervertebralis, herniasi dan ruptur diskus intervertebralis, radikulopati, spondilolistesis, trauma kecelakaan, dan lain sebagainya. Namun, apabila Anda merasakan nyeri pinggang secara tiba-tiba, apa yang sebenarnya terjadi? Berikut penjelasannya!
Nyeri pinggang secara tiba-tiba atau yang biasa disebut dengan nyeri pinggang akut adalah keadaan nyeri pada pinggang yang terjadi sekitar kurang dari enam minggu. Hal yang dapat dirasakan oleh pasien nyeri pinggang akut adalah nyeri seperti terbakar, tertusuk benda tajam atau tumpul, atau nyeri samar-samar. Keparahan dari keadaan ini bervariasi, dari yang ringan sampai berat dan dapat terjadi secara fluktuatif. Nyeri ini dapat menyebar hingga ke bokong dan pangkal paha. Penyebab tersering dari kondisi ini adalah masalah otot dan tulang di bagian pinggang seperti keseleo dan adanya ketegangan dari tendon atau otot.
Keseleo adalah kondisi ligamen yang tertarik berlebihan, bahkan dapat menyebabkan sobekan apabila kondisinya parah. Ligamen adalah struktur yang menghubungkan dua tulang menjadi satu. Kondisi keseleo menyebabkan nyeri secara tiba-tiba. Aktivitas yang dapat mengakibatkan terjadinya keseleo adalah ketika Anda terpeleset, berjalan atau berdiri dengan mengangkat beban berat, dan juga salah posisi duduk. Sering kali orang akan langsung merasakan nyeri karena keseleo juga mengenai saraf yang ada di sekitar ligamen tersebut.
Lalu, untuk masalah pada otot dan tendon, biasanya Anda akan merasakan nyeri ketika ada pergerakan otot. Tendon adalah struktur yang menempelkan otot ke t...

Rumah Sakit Universitas Indonesia
2019-01-21
6926
Stroke merupakan kondisi medis akibat berkurangnya suplai darah ke otak. Hal ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi fatal dari kelumpuhan hingga kematian apabila tidak segera ditangani.
Penyebab Stroke
Berdasarkan penyebabnya, stroke dapat dibagi menjadi dua kelompok: iskemik dan hemoragik. Jenis stroke yang paling banyak terjadi adalah stroke iskemik, meliputi 85% dari total kasus stroke. Stroke iskemik merupakan kondisi berkurangnya aliran darah ke otak akibat terhalang bekuan darah. Bekuan darah sering muncul akibat aterosklerosis, yaitu penumpukan lemak di lapisan pembuluh darah. Bekuan darah dapat terbentuk dan menyumbat pembuluh darah otak secara langsung (trombotik) atau terbentuk di pembuluh darah organ lain, terlepas, dan kemudian menghalangi aliran darah ke otak (embolik).
Stroke iskemik yang berlangsung singkat kurang dari satu jam dikenal dengan Transient Ischemic Attack (TIA). Pada TIA, pembuluh darah yang tersumbat dapat terbuka dan saraf dapat berfungsi normal kembali dalam waktu beberapa menit.
Stroke hemoragik disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah yang melemah di sekitar otak. Darah yang keluar menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intrakranial dan kerusakan jaringan otak. Kondisi ini dipengaruhi oleh struktur anatomi pembuluh darah. Ada dua jenis stroke hemoragik, yaitu perdarahan intraserebral dan perdarahan subaraknoid.
Perdarahan intraserebral artinya perdarahan terjadi langsung pada bagian jaringan otak. Perdarahan jenis ini paling banyak disebabkan oleh tekanan darah tinggi dan melemahnya pembuluh darah akibat usia. Selain itu, perdarahan intraserebral juga dapat disebabkan karena adanya malformasi arteriovenous, yaitu kondisi pembuluh darah yang abnormal. Perdarahan subaraknoid merupakan perdarahan yang terjadi pada ruang araknoid. Kondisi ini paling banyak terjadi akibat melemahnya pembuluh darah di otak sehingga terjadi pembesaran dan terkadang dapat pecah (aneurisma).

dr. Muhammad Hafidz Aini, Sp.PD, Siti Nur Latifah, SKM
2019-12-18
18721
Gigitan Ular Berbisa
Sahabat RSUI, saat ini masyarakat di berbagai daerah di Indonesia digegerkan dengan kemunculan banyak ular kobra di sekitar rumah dan lingkungan warga. Kemunculan ular kobra yang sekaligus ini membuat keresahan pada masyarakat sekitar terutama di daerah Jabodetabek. Kemuculan ini diduga karena bertepatan pada musim bertelur ular kobra. Ular kobra merupakan ular berbisa dan dapat menyebabkan komplikasi yang fatal bila tergigit oleh ular kobra tersebut. Ular kobra memiliki racun dalam gigitan yang dapat melumpuhkan saraf dan otot mangsa. Beberapa pekan terakhir, telah terdapat laporan kasus mengenai korban gigitan ular. Oleh karena itu, masyarakat di himbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Gigitan ular berbisa di dunia telah memakan korban hingga 4,5 juta orang setiap tahun. Jumlah tersebut mengakibatkan luka serius pada 2,7 juta pada penderita dan sekitar 125 ribu nyawa meninggal oleh karena gigitan tersebut. WHO telah mengumumkan bahwa gigitan ular beracun merupakan kasus tertinggi kategori neglected tropical disease (NTD). Dari data yang didapatkan bahwa dalam 5 tahun terakhir terdapat 135.000 kasus gigitan ular pertahun di Indonesia. Terdapat sekitar lebih dari 2000 spesies ular di dunia dan sekitar 200 spesies yang berbisa dimana Indonesia merupakan habitat untuk banyak spesies ular berbisa.
Apa Saja Gejala dan Tanda Gigitan Ular Berbisa?
Gejala dan tanda dari gigitan ular dapat bervariasi dari ringan hingga fatal seperti kematian. Gejala dan tanda gigitan ular dapat berupa tanda lokal dan tanda sistemik (kerusakan organ). Tanda dan gejala lokal yaitu:
Sedangkan gejala sistemik, menunjukan telah terjadi kerusakan yang lebih berat mel...

Rumah Sakit Universitas Indonesia
2019-01-23
126482
Jika Anda mengalami nyeri pinggang, maka Anda tidaklah sendirian. Nyeri pinggang adalah keluhan yang sering dialami oleh setiap orang. Sekitar 80% orang pasti pernah mengalami nyeri pinggang di dalam hidupnya. Pinggang adalah bagian tubuh yang tersusun atas tulang belakang (lumbar), ligamen, tendon, dan juga otot-otot pinggang. Banyak penyebab dibalik nyeri pinggang ini, seperti masalah tulang dan otot, degenerasi diskus intervertebralis, herniasi dan ruptur diskus intervertebralis, radikulopati, spondilolistesis, trauma kecelakaan, dan lain sebagainya. Namun, apabila Anda merasakan nyeri pinggang secara tiba-tiba, apa yang sebenarnya terjadi? Berikut penjelasannya!
Nyeri pinggang secara tiba-tiba atau yang biasa disebut dengan nyeri pinggang akut adalah keadaan nyeri pada pinggang yang terjadi sekitar kurang dari enam minggu. Hal yang dapat dirasakan oleh pasien nyeri pinggang akut adalah nyeri seperti terbakar, tertusuk benda tajam atau tumpul, atau nyeri samar-samar. Keparahan dari keadaan ini bervariasi, dari yang ringan sampai berat dan dapat terjadi secara fluktuatif. Nyeri ini dapat menyebar hingga ke bokong dan pangkal paha. Penyebab tersering dari kondisi ini adalah masalah otot dan tulang di bagian pinggang seperti keseleo dan adanya ketegangan dari tendon atau otot.
Keseleo adalah kondisi ligamen yang tertarik berlebihan, bahkan dapat menyebabkan sobekan apabila kondisinya parah. Ligamen adalah struktur yang menghubungkan dua tulang menjadi satu. Kondisi keseleo menyebabkan nyeri secara tiba-tiba. Aktivitas yang dapat mengakibatkan terjadinya keseleo adalah ketika Anda terpeleset, berjalan atau berdiri dengan mengangkat beban berat, dan juga salah posisi duduk. Sering kali orang akan langsung merasakan nyeri karena keseleo juga mengenai saraf yang ada di sekitar ligamen tersebut.
Lalu, untuk masalah pada otot dan tendon, biasanya Anda akan merasakan nyeri ketika ada pergerakan otot. Tendon adalah struktur yang menempelkan otot ke t...

Rumah Sakit Universitas Indonesia
2019-01-21
6926
Stroke merupakan kondisi medis akibat berkurangnya suplai darah ke otak. Hal ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi fatal dari kelumpuhan hingga kematian apabila tidak segera ditangani.
Penyebab Stroke
Berdasarkan penyebabnya, stroke dapat dibagi menjadi dua kelompok: iskemik dan hemoragik. Jenis stroke yang paling banyak terjadi adalah stroke iskemik, meliputi 85% dari total kasus stroke. Stroke iskemik merupakan kondisi berkurangnya aliran darah ke otak akibat terhalang bekuan darah. Bekuan darah sering muncul akibat aterosklerosis, yaitu penumpukan lemak di lapisan pembuluh darah. Bekuan darah dapat terbentuk dan menyumbat pembuluh darah otak secara langsung (trombotik) atau terbentuk di pembuluh darah organ lain, terlepas, dan kemudian menghalangi aliran darah ke otak (embolik).
Stroke iskemik yang berlangsung singkat kurang dari satu jam dikenal dengan Transient Ischemic Attack (TIA). Pada TIA, pembuluh darah yang tersumbat dapat terbuka dan saraf dapat berfungsi normal kembali dalam waktu beberapa menit.
Stroke hemoragik disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah yang melemah di sekitar otak. Darah yang keluar menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intrakranial dan kerusakan jaringan otak. Kondisi ini dipengaruhi oleh struktur anatomi pembuluh darah. Ada dua jenis stroke hemoragik, yaitu perdarahan intraserebral dan perdarahan subaraknoid.
Perdarahan intraserebral artinya perdarahan terjadi langsung pada bagian jaringan otak. Perdarahan jenis ini paling banyak disebabkan oleh tekanan darah tinggi dan melemahnya pembuluh darah akibat usia. Selain itu, perdarahan intraserebral juga dapat disebabkan karena adanya malformasi arteriovenous, yaitu kondisi pembuluh darah yang abnormal. Perdarahan subaraknoid merupakan perdarahan yang terjadi pada ruang araknoid. Kondisi ini paling banyak terjadi akibat melemahnya pembuluh darah di otak sehingga terjadi pembesaran dan terkadang dapat pecah (aneurisma).
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved