
dr. Zahra Addina & dr. Susi Andriani, Sp. Ak., Subsp. Ak-AA(K)
2026-03-25
344
Masalah kesehatan mental pada ibu merupakan salah satu komplikasi yang cukup sering terjadi, baik selama kehamilan maupun setelah persalinan. Masa postpartum (setelah melahirkan) menjadi fase penting yang memengaruhi kesehatan ibu dan bayi, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Perubahan hormon yang drastis setelah melahirkan dapat memengaruhi kondisi emosional ibu. Hal ini membuat ibu lebih rentan mengalami gangguan suasana hati, salah satunya adalah baby blues.
Baby blues adalah kondisi perasaan sedih yang umumnya muncul pada hari ke-2 atau ke-3 setelah persalinan. Di Indonesia, kondisi ini dialami oleh sekitar 50–70% ibu. Gejalanya biasanya berlangsung beberapa hari hingga dua minggu dan dapat membaik dengan sendirinya. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, baby blues dapat berkembang menjadi depresi pascapersalinan.
Depresi pascapersalinan (postpartum depression/PPD) merupakan gangguan kesehatan mental yang lebih serius dan dapat terjadi hingga satu tahun setelah melahirkan. Sayangnya, kondisi ini sering tidak terdeteksi sejak dini.
Gejala yang dapat muncul antara lain:
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada ibu, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan ibu dalam merawat dan membangun ikatan dengan bayinya.
Penanganan gangguan suasana hati setelah melahirkan umumnya dilakukan dengan terapi konvensional seperti obat antidepresan. Namun, penggunaan obat sering menimbulkan kekhawatiran pada ibu, terutama terkait kemungkinan zat obat masuk ke dalam ASI dan efek samping seperti:

Promosi Kesehatan
2026-03-25
139
Menjaga kesehatan gigi dan mulut bukan cuma soal penampilan, tapi juga berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sayangnya, masih banyak orang baru ke dokter gigi saat sudah muncul keluhan seperti gigi sakit, gusi berdarah, atau bau mulut.
Padahal, ada satu perawatan sederhana yang bisa mencegah berbagai masalah sejak awal, yaitu scaling gigi.
Scaling gigi merupakan prosedur yang umum dilakukan oleh dokter gigi untuk membersihkan karang gigi yang tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi di rumah.
Scaling gigi adalah prosedur pembersihan karang gigi menggunakan alat khusus yang dilakukan oleh dokter gigi atau tenaga kesehatan gigi profesional.
Karang gigi terbentuk dari plak yang menumpuk di permukaan gigi dan tidak dibersihkan secara optimal. Seiring waktu, plak akan mengeras sehingga tidak bisa dihilangkan hanya dengan sikat gigi.
Melalui scaling, dokter gigi akan membersihkan:
Dengan begitu, kesehatan gigi dan gusi dapat terjaga dengan lebih optimal.
Melakukan scaling gigi secara rutin memberikan berbagai manfaat, antara lain:
1. Mencegah radang gusi (gingivitis)
Karang gigi dapat menyebabkan iritasi pada gusi sehingga menjadi merah, bengkak, dan mudah berdarah. Scaling membantu mengurangi risiko tersebut.
2. Mencegah penyakit periodontal
Jika radang gusi tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit periodontal yang dapat merusak jaringan penyangga gigi dan menyebabkan gigi goyang.
3. Mengurangi bau mulut
Karang gigi bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau mulut. Dengan scaling, kebersihan mulut lebih terjaga dan napas menjadi lebih segar.
4. Menjaga k...

dr. Fazelia Berlianthi Simanungkalit, MARS; dr. Fianti Ratna Dewi; dan Dr. dr. Wahyuningsih Djaali, M.Biomed, Sp.Ak
2026-03-12
18628
Susah buang air besar (BAB) atau sembelit merupakan keluhan yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti perut terasa penuh, kembung, hingga kesulitan saat BAB.
Selain perubahan gaya hidup, terdapat beberapa metode terapi tambahan yang dapat membantu meredakan keluhan sembelit, salah satunya akupresur. Teknik ini dilakukan dengan memberikan tekanan pada titik tertentu di tubuh untuk membantu merangsang fungsi organ, termasuk saluran pencernaan.
Konstipasi atau sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan yang cukup sering dialami masyarakat di seluruh dunia.
Berdasarkan meta-analisis global oleh Black dan Ford (2021) yang mencakup lebih dari 110 penelitian dengan lebih dari 460.000 partisipan, konstipasi merupakan masalah kesehatan yang cukup umum, terutama pada kelompok usia lanjut.
Pada lansia, konstipasi dapat terjadi karena berbagai faktor, antara lain:
Konstipasi biasanya ditandai dengan beberapa keluhan berikut:
Namun, terdapat beberapa gejala yang perlu diwaspadai. Segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila konstipasi disertai dengan:
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pencernaan yang lebih serius sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

dr. Zahra Addina & dr. Susi Andriani, Sp. Ak., Subsp. Ak-AA(K)
2026-03-25
344
Masalah kesehatan mental pada ibu merupakan salah satu komplikasi yang cukup sering terjadi, baik selama kehamilan maupun setelah persalinan. Masa postpartum (setelah melahirkan) menjadi fase penting yang memengaruhi kesehatan ibu dan bayi, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Perubahan hormon yang drastis setelah melahirkan dapat memengaruhi kondisi emosional ibu. Hal ini membuat ibu lebih rentan mengalami gangguan suasana hati, salah satunya adalah baby blues.
Baby blues adalah kondisi perasaan sedih yang umumnya muncul pada hari ke-2 atau ke-3 setelah persalinan. Di Indonesia, kondisi ini dialami oleh sekitar 50–70% ibu. Gejalanya biasanya berlangsung beberapa hari hingga dua minggu dan dapat membaik dengan sendirinya. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, baby blues dapat berkembang menjadi depresi pascapersalinan.
Depresi pascapersalinan (postpartum depression/PPD) merupakan gangguan kesehatan mental yang lebih serius dan dapat terjadi hingga satu tahun setelah melahirkan. Sayangnya, kondisi ini sering tidak terdeteksi sejak dini.
Gejala yang dapat muncul antara lain:
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada ibu, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan ibu dalam merawat dan membangun ikatan dengan bayinya.
Penanganan gangguan suasana hati setelah melahirkan umumnya dilakukan dengan terapi konvensional seperti obat antidepresan. Namun, penggunaan obat sering menimbulkan kekhawatiran pada ibu, terutama terkait kemungkinan zat obat masuk ke dalam ASI dan efek samping seperti:

Promosi Kesehatan
2026-03-25
139
Menjaga kesehatan gigi dan mulut bukan cuma soal penampilan, tapi juga berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sayangnya, masih banyak orang baru ke dokter gigi saat sudah muncul keluhan seperti gigi sakit, gusi berdarah, atau bau mulut.
Padahal, ada satu perawatan sederhana yang bisa mencegah berbagai masalah sejak awal, yaitu scaling gigi.
Scaling gigi merupakan prosedur yang umum dilakukan oleh dokter gigi untuk membersihkan karang gigi yang tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi di rumah.
Scaling gigi adalah prosedur pembersihan karang gigi menggunakan alat khusus yang dilakukan oleh dokter gigi atau tenaga kesehatan gigi profesional.
Karang gigi terbentuk dari plak yang menumpuk di permukaan gigi dan tidak dibersihkan secara optimal. Seiring waktu, plak akan mengeras sehingga tidak bisa dihilangkan hanya dengan sikat gigi.
Melalui scaling, dokter gigi akan membersihkan:
Dengan begitu, kesehatan gigi dan gusi dapat terjaga dengan lebih optimal.
Melakukan scaling gigi secara rutin memberikan berbagai manfaat, antara lain:
1. Mencegah radang gusi (gingivitis)
Karang gigi dapat menyebabkan iritasi pada gusi sehingga menjadi merah, bengkak, dan mudah berdarah. Scaling membantu mengurangi risiko tersebut.
2. Mencegah penyakit periodontal
Jika radang gusi tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit periodontal yang dapat merusak jaringan penyangga gigi dan menyebabkan gigi goyang.
3. Mengurangi bau mulut
Karang gigi bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab bau mulut. Dengan scaling, kebersihan mulut lebih terjaga dan napas menjadi lebih segar.
4. Menjaga k...

dr. Fazelia Berlianthi Simanungkalit, MARS; dr. Fianti Ratna Dewi; dan Dr. dr. Wahyuningsih Djaali, M.Biomed, Sp.Ak
2026-03-12
18628
Susah buang air besar (BAB) atau sembelit merupakan keluhan yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti perut terasa penuh, kembung, hingga kesulitan saat BAB.
Selain perubahan gaya hidup, terdapat beberapa metode terapi tambahan yang dapat membantu meredakan keluhan sembelit, salah satunya akupresur. Teknik ini dilakukan dengan memberikan tekanan pada titik tertentu di tubuh untuk membantu merangsang fungsi organ, termasuk saluran pencernaan.
Konstipasi atau sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan yang cukup sering dialami masyarakat di seluruh dunia.
Berdasarkan meta-analisis global oleh Black dan Ford (2021) yang mencakup lebih dari 110 penelitian dengan lebih dari 460.000 partisipan, konstipasi merupakan masalah kesehatan yang cukup umum, terutama pada kelompok usia lanjut.
Pada lansia, konstipasi dapat terjadi karena berbagai faktor, antara lain:
Konstipasi biasanya ditandai dengan beberapa keluhan berikut:
Namun, terdapat beberapa gejala yang perlu diwaspadai. Segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila konstipasi disertai dengan:
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pencernaan yang lebih serius sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Tentang Kami
Informasi Pasien dan Pengunjung
© Copyright 2025 | Rumah Sakit Universitas Indonesia. All Rights Reserved